Hasil Survei Membuktikan, Mayoritas Warga Jakarta Sebut Ekonomi Nasional Buruk

Senin, 19 Oktober 2020 - 09:46 WIB
loading...
Hasil Survei Membuktikan,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebagian warga Indonesia menilai ekonomi nasional pada 2020 sangat buruk. Bahkan, per September tahun ini, tren pertumbuhan ekonomi nasional dinilai buruk dan sangat buruk mencapai 65,3% dari total 1.200 responden.

Data itu dirilis oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada Minggu (18/10/) yang diperoleh berdasarkan hasil survei mengenai 'Mitigasi Dampak Covid-19 : Tarik menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan'.

"Per September 2020, mereka yang memberikan persepsi ekonomi nasional buruk dan sangat buruk itu totalnya mencapai 65,3%," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam rilis survei secara daring.

Survei ini dilakukan pada 24-30 September 2020. Secara metode pemilihan responden, sebanyak 206.980 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia yang pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang dua tahun terakhir. Secara rata-rata, sekitar 70% di antaranya memiliki nomor telepon. Sementara jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelepon sebanyak 5.614 data, dan berhasil diwawancarai salam durasi survei sebanyak 1.200 responden. ( Baca juga:Terenyuh, Data Ini Ungkap Banyak Masyarakat Kesulitan Penuhi Makan Sehari-hari )

Dengan demikian, dari 1.200 responden yang diwawancarai sebanyak 55,0% responden yang mengatakan buruk, 10,3% yang mengatakan sangat buruk. Sementara, 1,1% menilai baik, 8,9% menyebut sangat baik, 22,9% menilai sedang, serta 1,8% menjawab tidak tahu

Meski demikian, persepsi buruk dan sangat buruk responden terhadap kondisi ekonomi nasional per September mengalami tren penurunan bila dibandingkan dengan periode Mei 2020. Pada Mei, sebanyak 81% responden yang mengatakan buruk dan sangat buruk. Tren ini naik signifikan bika dibandingkan dengan bulan Februari yakni sebesar 24,1%.

Angka tersebut perlahan turun pada Juli menjadi 69,2%. Kemudian pada September 2020 kembali turun 65,3%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
Hasil Survei: Elektabilitas...
Hasil Survei: Elektabilitas Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved