Dorong Daya Saing Digital, Tenaga Terampil Data Analytics Kian Dibutuhkan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyatakan data science dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah merambah setiap bidang industri. Keduanya memainkan peran penting dalam mengubah data menjadi aset sebagai bagian dari pencapaian transformasi digital. Talenta yang menguasai area data science dam AI menjadi sangat dibutuhkan di dunia maupun Indonesia.
“Transformasi digital sejatinya melibatkan tiga aspek yakni teknologi, data dan manusia. Aspek manusia berupa budaya digital dan talenta digital yang mesti disiapkan, dimana budaya dan talenta data analytics menjadi bagian pentingnya. Hal ini menyangkut kesiapan keterampilan (hard skill) maupun pola pikir (soft skill). Persiapan tenaga terampil di bidang ini kian mendesak," ungkap Lutfhfy.
Menurut Luthfy, menyiapkan talenta di area data science dan AI di perusahaan memerlukan adaptasi bukan hanya di area penguasaan teknologi, namun juga perlu perubahan pola pikir. Artinya semua informasi dan keputusan yang ada di perusahaan harus berdasarkan fakta dan analisa data, dengan dukungan teknologi data science dan AI.
Salah satu perusahaan yang serius berinvestasi dalam data analytics adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri terus meningkatkan kompetensi pegawainya melalui berbagai training guna mendukung data-driven culture decision making. Tujuannya, setiap unit di Bank Mandiri memiliki talenta data analytics yang bisa melakukan self-service analytics guna menyelesaikan permasalahan bisnis masing-masing.
"Bank Mandiri bekerja sama dengan Data Academy mengadakan program kursus data analytics secara massive untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kompetensi pegawai mulai dari unit kerja di kantor cabang hingga kantor pusat," ujar Vice President EDM Group Bank Mandiri Grace Winnee Malia Sitompul.
“Transformasi digital sejatinya melibatkan tiga aspek yakni teknologi, data dan manusia. Aspek manusia berupa budaya digital dan talenta digital yang mesti disiapkan, dimana budaya dan talenta data analytics menjadi bagian pentingnya. Hal ini menyangkut kesiapan keterampilan (hard skill) maupun pola pikir (soft skill). Persiapan tenaga terampil di bidang ini kian mendesak," ungkap Lutfhfy.
Menurut Luthfy, menyiapkan talenta di area data science dan AI di perusahaan memerlukan adaptasi bukan hanya di area penguasaan teknologi, namun juga perlu perubahan pola pikir. Artinya semua informasi dan keputusan yang ada di perusahaan harus berdasarkan fakta dan analisa data, dengan dukungan teknologi data science dan AI.
Salah satu perusahaan yang serius berinvestasi dalam data analytics adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri terus meningkatkan kompetensi pegawainya melalui berbagai training guna mendukung data-driven culture decision making. Tujuannya, setiap unit di Bank Mandiri memiliki talenta data analytics yang bisa melakukan self-service analytics guna menyelesaikan permasalahan bisnis masing-masing.
"Bank Mandiri bekerja sama dengan Data Academy mengadakan program kursus data analytics secara massive untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kompetensi pegawai mulai dari unit kerja di kantor cabang hingga kantor pusat," ujar Vice President EDM Group Bank Mandiri Grace Winnee Malia Sitompul.
Lihat Juga :