Wow, Ekspor Manufaktur Tembus Angka USD94 Miliar
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 14:29 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa ekspor nonmigas dari industri pengolahan sepanjang Januari-September 2020 tercatat sebesar USD94,36 miliar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih memberikan sumbangsih paling besar terhadap total nilai ekspor nasional pada periode yang sama. ( Baca juga:Tingkatkan Skill Pekerja, BPSDMI Kemenperin Gelar Pelatihan Serentak di 7 Kota )
“Artinya, sektor industri kita tetap agresif mendobrak pasar internasional di tengah masa yang sulit karena dampak pandemi Covid-19 ,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian R. Janu Suryanto di Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada Januari-September 2020 berada di angka USD117,19 miliar. Sementara kontribusi nilai pengapalan dari sektor industri pengolahan menembus 80,5%.
“Neraca perdagangan industri pengolahan pada periode Januari-September 2020 adalah surplus sebesar USD8,87 miliar,” ungkap Janu.
Kinerja gemilang ditorehkan oleh industri makanan dengan nilai ekspornya mencapai USD21,31 miliar atau naik 10,5% dibanding periode yang sama tahun 2019. Selanjutnya, diikuti industri logam dasar yang mencatatkan nilai ekspornya sebesar USD16,96 miliar atau naik 30,7% dari capaian di periode yang sama tahun lalu.
“Artinya, sektor industri kita tetap agresif mendobrak pasar internasional di tengah masa yang sulit karena dampak pandemi Covid-19 ,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian R. Janu Suryanto di Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada Januari-September 2020 berada di angka USD117,19 miliar. Sementara kontribusi nilai pengapalan dari sektor industri pengolahan menembus 80,5%.
“Neraca perdagangan industri pengolahan pada periode Januari-September 2020 adalah surplus sebesar USD8,87 miliar,” ungkap Janu.
Kinerja gemilang ditorehkan oleh industri makanan dengan nilai ekspornya mencapai USD21,31 miliar atau naik 10,5% dibanding periode yang sama tahun 2019. Selanjutnya, diikuti industri logam dasar yang mencatatkan nilai ekspornya sebesar USD16,96 miliar atau naik 30,7% dari capaian di periode yang sama tahun lalu.
Lihat Juga :