Tingkatkan Kualitas Permukiman, Kementerian PUPR Tata Kawasan Bungkutoko dan Petoaha
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Ditjen Cipta Karya, tengah menyelesaikan Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU) melalui kegiatan penataan Permukiman Kumuh Perkotaan (PKP) di dua kawasan Bungkutoko, dan Petoaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui program KOTAKU dilaksanakan dengan konsep pengembangan permukiman di kawasan pesisir.
"Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 90,36 % dan Insyaallah akan selesai November 2020," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (23/20/2020).
Baca Juga: Peringati Hari Habitat Dunia, KemenPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Permukiman
Mustaba menyampaikan, Program KOTAKU di dua kawasan ini mencakup area seluas 31 hektar dilaksanakan secara kontraktual oleh 2 kontraktor lokal. "Walaupun kontraktual, selama masa Pandemi COVID -19 seperti sekarang, kami alihkan polanya menjadi padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 100 orang," imbuh Mustaba.
"Diharapkan, Kawasan Bungkutoko dan Petoaha akan menjadi destinasi wisata baru yang bersifat bahari di Kota Kendari. Warga bisa memanfaatkan fasilitas ruang publik ini sebagai spot swafoto, dan area bermain untuk anak dan keluarga," tambahnya.
Baca Juga: Butuh Lahan Banyak Buat Tol, KemenPUPR Tuntut Inovasi Pembebasan Lahan
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawdijaja, menilai inisiatif Kotaku merupakan hal yang baik bagi pertumbuhan sebuah kota, karena jika kotanya maju, kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya juga semakin banyak dan kompleks. Tidak hanya kebutuhan dasar, juga sekunder dan tersier," ujarnya.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui program KOTAKU dilaksanakan dengan konsep pengembangan permukiman di kawasan pesisir.
"Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 90,36 % dan Insyaallah akan selesai November 2020," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (23/20/2020).
Baca Juga: Peringati Hari Habitat Dunia, KemenPUPR Terus Tingkatkan Kualitas Permukiman
Mustaba menyampaikan, Program KOTAKU di dua kawasan ini mencakup area seluas 31 hektar dilaksanakan secara kontraktual oleh 2 kontraktor lokal. "Walaupun kontraktual, selama masa Pandemi COVID -19 seperti sekarang, kami alihkan polanya menjadi padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 100 orang," imbuh Mustaba.
"Diharapkan, Kawasan Bungkutoko dan Petoaha akan menjadi destinasi wisata baru yang bersifat bahari di Kota Kendari. Warga bisa memanfaatkan fasilitas ruang publik ini sebagai spot swafoto, dan area bermain untuk anak dan keluarga," tambahnya.
Baca Juga: Butuh Lahan Banyak Buat Tol, KemenPUPR Tuntut Inovasi Pembebasan Lahan
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawdijaja, menilai inisiatif Kotaku merupakan hal yang baik bagi pertumbuhan sebuah kota, karena jika kotanya maju, kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya juga semakin banyak dan kompleks. Tidak hanya kebutuhan dasar, juga sekunder dan tersier," ujarnya.
Lihat Juga :