Resesi di Depan Mata, Perhotelan Terancam Banyak yang Tutup

loading...
Resesi di Depan Mata, Perhotelan Terancam Banyak yang Tutup
Ilustrasi hotel di era new normal. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Industri perhotelan harus bersiap dengan kondisi keuangan yang diperkirakan akan lebih parah seiring masuknya Indonesia ke jurang resesi akibat pandemi Covid-19.

Adapun proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani pada kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 2,9%. Artinya, jika pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga minus maka Indonesia bakal mengalami resesi dikarenakan pada kuartal sebelumnya sudah minus 5,32%.

Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) sekaligus Founder De Solo Boutique Hotel and Restaurant, Sudrajat mengatakan, jika Indonesia resesi maka industri hotel akan terancam banyak tutup.

"Ya otomatis banyak hotel yang akan tutup karena percuma juga buka kalau tidak ada pengunjung, jadi ini bisa membebani keuangan negara. Daerah yang bakal tutup itu hotelnya di tempat pariwisata," ujar Sudrajat saat dihubungi MNC Portal News, Jumat (30/10/2020).



(Baca juga: Mencermati Strategi Bisnis Hotel yang Akan Rebound di 2021)

Kata dia, industri hotel bisa kembali pulih bilamana vaksin Covid-19 telah tersedia. Seperti diketahui, pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin Covid-19 untuk bisa terbebas dari pandemi dan memulihkan ekonomi Indonesia. "Jadi ini yang kami butuhkan adalah ketersediaan vaksin agar kita sebagai industri hotel bisa kembali pulih," jelasnya.

Saat ini, jika industri perhotelan tutup otomatis akan membuat para pekerja semakin banyak dirumahkan. Hal ini dikarenakan tidak adanya pemasukan keuangan perusahaan jika masih tetap mempekerjakan mereka.





"Selain itu kalau hotel yang banyak tutup otomatis para pekerja bakal banyak dirumahkan. Karena tidak ada pemasukan sama sekali," tandasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top