Ketempelan Resesi, Ekonomi RI Diprediksi -1,7 Persen di 2020
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Data frekuensi tinggi baru-baru ini menunjukkan pemulihan bertahap dalam aktivitas ekonomi dari kontraksi pada kuartal kedua, seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial skala besar. Menyempitnya defisit transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal, ditambah dengan inflasi yang terkendali, telah mendukung nilai tukar rupiah yang secara umum stabil.
(Baca Juga: Vaksinasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di tengah Pandemi)
Posisi eksternal Indonesia dinilai cukup kuat dengan cadangan devisa bruto yang mencapai USD135,2 miliar per September 2020. Selain itu, stabilitas sistem keuangan tetap solid selama pandemi, tercermin dari penyangga modal yang kuat, dan adanya kredit bermasalah. Sementara itu, disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) baru-baru ini dinilai merupakan terobosan dalam perbaikan iklim investasi dan kemudahan penciptaan lapangan kerja.
Dengan reformasi regulasi yang masif, undang-undang tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian kebijakan bagi semua pemangku kepentingan dan meningkatkan daya saing jangka panjang Indonesia. "Ini akan mendukung pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.
(Baca Juga: Vaksinasi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di tengah Pandemi)
Posisi eksternal Indonesia dinilai cukup kuat dengan cadangan devisa bruto yang mencapai USD135,2 miliar per September 2020. Selain itu, stabilitas sistem keuangan tetap solid selama pandemi, tercermin dari penyangga modal yang kuat, dan adanya kredit bermasalah. Sementara itu, disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) baru-baru ini dinilai merupakan terobosan dalam perbaikan iklim investasi dan kemudahan penciptaan lapangan kerja.
Dengan reformasi regulasi yang masif, undang-undang tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian kebijakan bagi semua pemangku kepentingan dan meningkatkan daya saing jangka panjang Indonesia. "Ini akan mendukung pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :