Robinsons Singapura Bangkrut, Pengusaha Ritel RI Tambah Deg-degan

loading...
Robinsons Singapura Bangkrut, Pengusaha Ritel RI Tambah Deg-degan
Salah satu bisnis ritel tertua Robinsons Singapura tutup tergilas toko online. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah pun akhirnya bersuara agar pemerintah peduli terhadap pengusaha ritel di dalam negeri. Pihaknya meminta agar diguyur subsdi berupa banuan langusng tunai untuk membayar gaji karyawan karena kondisinya memang sedang terpuruk.

"Subsidi tunai buat gaji karyawan dulu. Pinjaman modal kerja. Lalu bebaskan pembayaran pajak," ujar Budihardjo saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: Nyerah! Setelah 162 Tahun, Robinsons Singapura Tutup

Menurut dia, jika tidak ada bantuan pemerintah maka Industri ritel bisa gugur terutama yang lokal. Hal ini dikarenakan modal yang tidak kuat. "Dan harus segera ada bantuan pemerintah," jelasnya.



Sebagai informasi, Robinsons Singapura, salah satu peritel tertua dengan catatan lebih dari satu abad berbisnis, akan tutup untuk selamanya menyusul kerugian dalam beberapa tahun terakhir. Tapi dua toko terakhirnya di The Heeren dan Raffles City Shopping Center mungkin akan tetap buka beberapa saat lagi untuk penjualan akhir.

Baca Juga: Robinson Singapura Aja Keok, Kondisi Ritel RI: Masih Hidup Namun Berat

Tutupnya peritel ini mengakhiri setidaknya enam tahun kerugian yang ditorehkan oleh Robinsons. Catatan keuangan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian setelah pajak dari operasi yang dilanjutkan sebesar 26,5 juta dolar Singapura pada tahun 2014. Angka ini semakin merosot hingga tahun 2018, ketika perusahaan mencatat kerugian sebesar 54,4 juta dolar Singapura. Terjadi perbaikan pada tahun 2015, ketika kerugiannya berkurang menjadi 17,4 juta dolar Singapura.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top