Penjualan Hand Sanitizer Melonjak, Bagiamana dengan Nasib Produsennya?

Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Untuk berkelit dari tekanan pandemi, Kino pun memilih strategi untuk fokus pada produk hand sanitizer, untuk menutup tutunya penjualan produk yang lain. Penjualan hand sanitizer pun digenjot memanfaatkan momentum makin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Menurut Budi, hand sanitizer masih memiliki pasar yang besar karena adanya upaya meningkatkan gaya hidup sehat. Melalui merk Eskulin, perseroan telah memproduksi hand sanitizer yang diformulasikan khusus untuk anak-anak. Produk pembersih tangan yang diklaim efektif membasmi kotoran dan kuman tanpa sabun dan air diperkaya moisturizer dan vitamin E untuk menjaga kelembaban kulit. Tak hanya itu, perseroan juga telah merilis produk Instance, merk untuk produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol mencapai 75%.

Punya produk andalan di saat pagebluk, membuat pendapatan Kino Indonesia selama Kuartal I-2020 naik 11,08%. Yakni dari sekitar Rp 1,00 triliun di Kuartal 1-2019, menjadi Rp 1,11 triliun. Beban perusahaan yang meningkat sekitar 18% dan beban bunga yang melonjak 73,6% membuat laba bersih Kino pun jadi tertekan. Laba bersih Kino di tiga bulan pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp 57,84 miliar. Sebelumnya, laba bersih Kino pada periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 303,13. Artinya di Kuratal I-2020 ini laba Kino anjlok sedalam 81%.

Selain produk hand sanitizer, penjualan segmen perawatan tubuh Kino tercatat naik 7,54% year-on-year menjadi Rp555,03 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp516,08 miliar. Produk di segmen minuman juga mengalami peningkatan penjualan sebesar 14,54% menjadi Rp412,20 miliar sepanjang kuartal I/2020. Sementara penjualan segmen makanan naik 23,62% menjadi Rp105,23 miliar. Sayangnya, penjualan segmen farmasi turun 4,51% menjadi hanya Rp36,13 miliar pada periode ini.

Kuncinya Inovasi

Pesaing Kino di bisnis consumer goods PT Unilever Indonesia, Tbk kondisinya lebih baik. Di saat pandemi, permintaan produk kesehatan dan pembersih memang meningkat. ”Dalam waktu yang begitu singkat, kami menggenjot pasokan secara besar-besaran, mengakses kemasan baru, memproduksi, dan menghadirkan produk tersebut di pasaran,” ujar Hemant Bahshi, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia. Bahkan Unilever pun melipatgandakan produksi hand sanitizer Lifebuoy hingga 100 kali lipat dalam waktu beberapa minggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Investor Ketir-ketir,...
Investor Ketir-ketir, Saham Energi Hijau di India Melonjak 5.800%
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved