Penjualan Hand Sanitizer Melonjak, Bagiamana dengan Nasib Produsennya?

Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:39 WIB
loading...
Penjualan Hand Sanitizer...
Penjualan hand sanitizer melonjak
A A A
JAKARTA - Banyak bisnis yang tumbang saat pendemi virus corona melanda. Mulai dari bisnis transportasi, manufaktur, pariwisata hingga makanan dan minuman. Meski demikian tidak semua sektor bisnis terpuruk, binsis yang terkait obat-obatan alias farmasi dan produk kebersihan, di saat pandemi malah seperti mendapat rejeki nomplok.

Merujuk pada hasil survei Nielsen yang baru-baru ini dipublikasikan ada 4 katagori produk yang meningkat sangat significant secara year to date. Produk hand sanitizer meningkat hampir 200%, demikian juga dengan sabun tangan cair 285%. Lalu ada juga antiseptik cair yang melonjak 233% disusul kemduian dengan penjualan tisu basah yang terbang hingga 151%.

Meningkatya penjualan produk-produk tersebut karena selama pandemi Covid-19 , isu kesehatan dan kebersihan menjadi hal yang sangat diperhatikan. Hal itu pun membuat prilaku konsumen juga berubah. Faktanya, sebanyak 44% konsumen mengaku menjadi lebih sering mengkonsumsi Produk Kesehatan dan 37% lebih sering mengkonsumsi Minuman Bervitamin.

Laporan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) memperlihatkan bahwa sepanjang bulan Maret 2020, frekuensi iklan di televisi meningkat secara signifikan untuk beberapa produk yaitu produk pencegah penyakit seperti vitamin dan suplemen, dan penyembuh penyakit seperti obat batuk. Para pelaku industri vitamin dan obat-obatan menangkap peluang ini dengan menambah anggaran beriklan di televisi. Belanja iklan Vitamin meningkat 14% menjadi lebih dari Rp90 Miliar, sementara belanja iklan Obat Batuk meningkat 22% menjadi lebih dari Rp30 Miliar.

Menurut Hellen Katherina, Executive Director Media Nielsen (Indonesia), sejalan dengan meningkatnya kasus COVID-19, isu kesehatan menjadi perhatian bagi masyarakat. Ini mendorong para pelaku industri khususnya terkait vitamin dan obat-obatan menangkap peluang untuk meningkatkan penjualan produk mereka.

Peluang itulah yang dimanfaatkan oleh PT. Kino Indonesia Tbk. salah satu perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods yang meliputi produk-produk perawatan tubuh, makanan, minuman serta farmasi. Diakui oleh corporate Finance Director Kino Indonesia Budi Muljono, di saat pandemi seperti ini merupakan masa yang tidak mudah bagi pelaku bisnis. Namun bukan berarti tidak ada peluang yang bisa dimanfaatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Investor Ketir-ketir,...
Investor Ketir-ketir, Saham Energi Hijau di India Melonjak 5.800%
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved