Maskapai Racik Ulang Strategi Bisnis

Senin, 02 November 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
“Setiap hari, restoran bertema pesawat itu mampu menyediakan 2.000 makanan,” kata Direktur Manajer Katering Thai Airways, Varangkana Luerojvong, kepada Reuters. (Baca juga: Covid-19 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun)

Dia mengungkapkan, lengkah tersebut bisa menjadi menambah pendapatan selama pandemi. Dinilai sukses, Thai Airways juga akan mengubah kantor lainnya untuk menjadi restoran.

Strategi unik lainnya juga dilakukan oleh maskapai EVA Air yang berkantor pusat di Taiwan. Maskapai itu mengenalkan program penerbangan tanpa tujuan.

EVA melayani penerbangan pada Hari Ayah khusus memutari Pulau Taiwan. Beberapa maskapai lain seperti Qantas, Tigerair, ANA, HK Express juga menawarkan layanan yang sama. Mereka sengaja menjual tiket penerbangan dengan rute hanya berkeliling di udara sejumlah negara, untuk kemudian kembali ke tempat asalnya.

“Saya merasa saya tidak pernah pergi dengan pesawat sejak lama. Saya pikir ini merupakan kesempatan spesial,” kata Chen Shu-tzu, 43, penumpang Tigerair yang ikut terbang di udara Pulau Jeju.

Apa yang dilakukan maskapai-maskapai tersebut tentu bukan tanpa asalan. Mereka mencari cara agar tetap bertahan dari krisis sekaligus menjaga agar penyebaran Covid-19 bisa tetap terkendali. "Kita menjamin penumpang tetap aman dan sehat," demikian keterangan HK Express dilansir South China Morning Post. (Baca juga: Dengan Kondisi Sekarang, Habib Rizieq Sebaiknya Jangan Pulang Dahulu)

Nasib Maskapai Domestik

Sebelumnya, pendapatan maskapai penerbangan dunia diperkirakan anjlok sebesar USD314 miliar pada 2020. Hal itu disebabkan lockdown dan larangan bepergian setelah mewabahnya virus korona di seluruh dunia sejak awal tahun ini.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah memperingatkan bahwa ratusan ribu pekerjaan penerbangan dapat berisiko akibat pandemi Covid-19. Asosiasi, yang mewakili 290 maskapai, mengatakan mereka memperkirakan lalu lintas tahun ini menjadi 66% di bawah level penerbangan pada 2019. Selanjutnya, Asosiasi Maskapai Asia Pasifik juga menyatakan pembatasan dan kontrol perbatasan saat pandemi menyebabkan perjalanan internasional turun mencapai 97,5%.

Di dalam negeri, nasib perusahaan-perusahaan penerbangan di masa pandemi juga tidak jauh berbeda. Masih terbatasnya jumlah penerbangan di rute domestik maupun internasional membuat maskapai nasional harus melakukan efisiensi besar-besaran. (Baca juga: LIstrik Mati, Konsumen Bisa Ajukan Kompensasi ke PLN)

Yang teranyar adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) 700 pekerja kontrak Garuda Indonesia mulai 1 November kemarin. Sebelumnya, ratusan karyawan tersebut sejak Mei 2020 lalu telah menjalani kebijakan unpaid leave karena imbas turunnya permintan layanan penerbangan pada masa pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Warga RI Pilih ke Luar...
Warga RI Pilih ke Luar Negeri, Penerbangan Domestik Lesu Selama Nataru
Jumlah Penumpang Pesawat...
Jumlah Penumpang Pesawat Turun di Momen Nataru 2025/2026, Ada Apa?
Jumlah Penumpang Pesawat...
Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Naik 5,38% Tembus 51,8 Juta Orang
Rute Gemuk di Pulau...
Rute Gemuk di Pulau Jawa Mulai Ramai, Penerbangan Domestik Tumbuh 85%
Kemenhub Prediksi Penumpang...
Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Domestik Capai 1,25 Juta saat Libur Iduladha
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun 10% saat Nataru
Garuda Indonesia Travel...
Garuda Indonesia Travel Festival 2024 Hadirkan Ragam Pilihan Tiket Penerbangan Terjangkau
Rekomendasi
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Ketua Umum PP Muhammadiyah...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta PPN 12% Dikaji Ulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved