Maskapai Racik Ulang Strategi Bisnis

Senin, 02 November 2020 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui, kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa diambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19.

"Sejak awal, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu kami kedepankan. Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja dan masa depan bisnis," kata Irfan di Jakarta, Selasa (27/10).

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, operator penerbangan di Indonesia masih perlu mewaspadai krisis akibat pandemi Covid-19. Caranya, dengan realistis melihat kondisi saat ini.

“Saya ingin menekankan bahwa maskapai harus realistis saat ini di tengah Pandemi Covid-19. Kita tidak bisa memungkiri industri penerbangan khususnya maskapai paling berdampak akibat Covid-19. Maskapai global pun kondisinya sama dan ini merata,” ungkapnya dihubungi SINDO Media di Jakarta. (Baca juga: Korban Tewas Gempa Turki Tembus 40 Jiwa)

Namun, kata dia, apabila dibandingkan maskapai global lainnya, maskapai di Indonesia masih punya peluang bertahan. Dia beralasan, Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan.

“Sampai akhir tahun saya kira akan ada lonjakan, namun tentu tidak sebesar tahun lalu, dan tentu ini harus direspons dengan cermat oleh setiap maskapai. Yang penting lonjakan sekecil apapun dibanding bulan-bulan sebelumnya adalah momentum bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan bahwa sejak awal pandemi Covid-19 diprediksi industri yang paling berdampak terkena imbas adalah operator penerbangan. Fakta bahwa Garuda Indonesia yang memutus kontrak 700 pegawai dan sejumlah maskapai lain seperti AirAsia Indonesia menandakan bahwa kondisi keuangan maskapai sedang tidak baik.

“Aliran kas memang sudah bergerak karena operasional penerbangan sudah mulai terjadi tapi sepertinya masih negatif karena tingkat keterisian masih di bawah 50%. Operasional penerbangan juga berkurang jauh dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19. Jadi maskapai butuh pendapatan yang lebih besar untuk menutupi biaya operasional,” ungkapnya.

Dia memaklumi apabila maskapai melakukan opsi pengurangan pegawai untuk mengurangi biaya. Namun, kata dia, sebaiknya langkah tersebut jangan dilakukan dengan melepas pegawai melalui PHK. “Dirumahkan saja terutama pegawai yang mempunyai spesifikasi sertifikasi tertentu. Karena pegawai tersebut sangat berharga, kalau nanti kondisi sudah normal maskapai butuh mereka,” ujar dia. (Lihat videonya: Dua Ormas Bentrok di Sukabumi, Lalu Lintas Terganggu)

Maskapai, kata Gatot, harus gencar meracik strategi lain dalam rangka meningkatkan pendapatan dengan cepat sehingga mampu menutupi biaya operasional. “Bahkan kalau perlu menaikkan tarif, sebab kenyataannya orang-orang yang terbang saat ini adalah orang-orang yang butuh terbang,” pungkasnya. (Andika H Mustaqim/Ichsan Amin/Rina Anggraeni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga RI Pilih ke Luar...
Warga RI Pilih ke Luar Negeri, Penerbangan Domestik Lesu Selama Nataru
Jumlah Penumpang Pesawat...
Jumlah Penumpang Pesawat Turun di Momen Nataru 2025/2026, Ada Apa?
Jumlah Penumpang Pesawat...
Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Naik 5,38% Tembus 51,8 Juta Orang
Rute Gemuk di Pulau...
Rute Gemuk di Pulau Jawa Mulai Ramai, Penerbangan Domestik Tumbuh 85%
Kemenhub Prediksi Penumpang...
Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Domestik Capai 1,25 Juta saat Libur Iduladha
Ini Rencana Erick Thohir...
Ini Rencana Erick Thohir Genjot Bisnis Garuda: Jadi Jago Kandang
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Harga Tiket Pesawat Turun 10% saat Nataru
Garuda Indonesia Travel...
Garuda Indonesia Travel Festival 2024 Hadirkan Ragam Pilihan Tiket Penerbangan Terjangkau
Rekomendasi
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved