Jokowi Minta Belanja K/L Digas, DPR Ingatkan Genjot Insentif UMKM

Selasa, 03 November 2020 - 09:26 WIB
loading...
Jokowi Minta Belanja...
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah mengatakan, belanja pemerintah menjadi kunci untuk mendorong multiplier effect bagi pertumbuhan sektor riil. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Perekonomian Indonesia masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Lantaran itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk memaksimalkan belanja pada kuartal IV agar perekonomian Ibu Pertiwi tak minus lagi. Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah mengatakan, belanja pemerintah menjadi kunci untuk mendorong multiplier effect bagi pertumbuhan sektor riil.

Selama dua triwulan sektor ini tertekan akibat pandemi Covid-19. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menerangkan, kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuka ruang untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian .

“Harapannya, bisa melampaui target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 yang diproyeksi minus 1 hingga surplus 0,2 persen. Kita bersyukur kinerja ekspor dan impor hingga Oktober 2020 menunjukkan tren positif,” ujarnya kepada SINDOnews, Senin malam (2/11).

(Baca Juga: Kuartal Pamungkas, Jokowi Minta Realisasi Belanja Digas )

Nilai ekspor Indonesia pada September 2020 mencapai USD14,01 miliar. Angka itu meningkat 6,97% dibandingkan ekspor pada Agustus 2020. Sementara jika dibandingkan dengan September tahun lalu, menurun 0,51 persen. Menurutnya, kinerja ekspor perlu ditingkatkan seiring mulai normalnya negara-negara tujuannya, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Rekomendasi
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved