Banyak Pengangguran Minim Skill Jadi Alasan Ada Pelatihan Kartu Prakerja
Selasa, 03 November 2020 - 12:59 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan, alasan mengapa Kartu Prakerja memberikan bantuan dana pelatihan dan marketplace. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan, alasan mengapa Kartu Prakerja memberikan bantuan dana pelatihan dan marketplace. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di Indonesia didominasi oleh anak muda. Bahkan, pertumbuhan angkatan kerja per tahun didominasi anak muda dan relatif berpendidikan.
"Mayoritas penganggur , sebanyak 73%, belum pernah bekerja dan belum pernah ikut pelatihan. Ditambah jumlah anak muda dengan status Not In Education, Employment, Training (NEET) sebanyak 30%," ujar Denni dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: Ribuan Orang Kena Blacklist Kartu Prakerja, Nah Loh )
Riset dan penelitian yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukkan, bahwa baik pekerja maupun pengusaha membelanjakan uang terlalu sedikit untuk pelatihan. Selain itu, di jobplace, terdapat skill mismatch, skill gap, dan skill shortage.
"Maka dari itu, Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem-problem tersebut. Karena ada masalah kemampuan membeli pelatihan atau daya beli, maka diberikanlah beasiswa dalam bentuk bantuan tunai," tambah Denni.
Namun, sekadar beasiswa saja tidaklah cukup. Masih ada masalah informasi pelatihan yang sulit didapat, maka disediakan e-marketplace melalui Kartu Prakerja. "Untuk masalah skill shortage/gap/shortage, dijawab dengan kerjasama antara Kemdikbud, job info, dan job matching," ucapnya.
(Baca Juga: Wadaw, Ada Banyak Joki di Dalam Program Kartu Prakerja )
"Mayoritas penganggur , sebanyak 73%, belum pernah bekerja dan belum pernah ikut pelatihan. Ditambah jumlah anak muda dengan status Not In Education, Employment, Training (NEET) sebanyak 30%," ujar Denni dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: Ribuan Orang Kena Blacklist Kartu Prakerja, Nah Loh )
Riset dan penelitian yang dilakukan oleh berbagai lembaga menunjukkan, bahwa baik pekerja maupun pengusaha membelanjakan uang terlalu sedikit untuk pelatihan. Selain itu, di jobplace, terdapat skill mismatch, skill gap, dan skill shortage.
"Maka dari itu, Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem-problem tersebut. Karena ada masalah kemampuan membeli pelatihan atau daya beli, maka diberikanlah beasiswa dalam bentuk bantuan tunai," tambah Denni.
Namun, sekadar beasiswa saja tidaklah cukup. Masih ada masalah informasi pelatihan yang sulit didapat, maka disediakan e-marketplace melalui Kartu Prakerja. "Untuk masalah skill shortage/gap/shortage, dijawab dengan kerjasama antara Kemdikbud, job info, dan job matching," ucapnya.
(Baca Juga: Wadaw, Ada Banyak Joki di Dalam Program Kartu Prakerja )
Lihat Juga :