Ekonomi Resesi, tapi Indeks Naik: Saatnya Mengoleksi Saham Berfundamental Oke

Jum'at, 06 November 2020 - 09:04 WIB
loading...
Ekonomi Resesi, tapi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Meski kondisi perekonomian berada dalam zona resesi , namun banyak pihak optimistis tahun depan akan menjadi tahun pemulihan. Apalagi, memasuki akhir tahun sektor belanja masyarakat diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan.

Pengamat pasar modal dari Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan zona resesi di dalam negeri dengan minus 3,49% masih dianggap lebih baik jika dibanding kuartal II. ( Baca juga:Ekonomi RI Resesi, Efek Penundaan Proyek Infrastruktur? )

“Diketahui memang pertumbuhan ekonomi masih minus 3,49%, tapi kita ketahui itu sudah berkurang atau lebih baik dibanding kuartal II. Dan kita optimistis tahun depan bisa lebih baik dan menjadi tahun pemulihan,” ujarnya pada diskusi di IDX TV Channel Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Libur panjang dan tahun baru akan menjadi penopang untuk memperkuat belanja domestik di dalam negeri. Selain itu, rencana pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 pada akhir tahun juga menjadi kabar yang menggembirakan. “Dengan faktor-faktor itu semua kita optimistis pertumbuhan bisa mencapai 3% atau di atas 3%. Tinggal melihat kondisi dan situasinya seperti apa. Kalau kita melihat sejumlah negara bahkan sudah mengalami pertumbuhan seperti China, pertumbuhan global tahun depan diharapkan menuju pulih,” ujarnya. ( Baca juga:Jokowi Disarankan Sambut Habib Rizieq, Ferdinand Hutahaean Anggap Lucu )

Kiswoyo juga menanggapi menguatnya IHSG 3% yang tembuh level 5.200 merupakan momen koresksi untuk membeli saham-saham yang berfundamental baik. “Level psikologis itu di angka 5.000, level atas di angka 5.900. Kita harapkan IHSG bisa tembus pada level di atas 5.250. Jika berada di level 5.250 akan menuju ke level atas. Karenanya ekonomi kita pulih tahun depan ini akan menjadi kabar menggembrikan juga bagi pasar saham kita,” pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Menkeu Purbaya Tepis...
Menkeu Purbaya Tepis Isu Resesi Indonesia Sudah Dekat
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Rupiah Tembus Rp17.000...
Rupiah Tembus Rp17.000 per USD, Purbaya: Ekonomi Sedang Ekspansi
Banyak Ekonom Sebut...
Banyak Ekonom Sebut RI Sudah Resesi, Purbaya: Daya Beli Masih Ada, Kita Jauh dari Krisis
Puncak Belanja Lebaran...
Puncak Belanja Lebaran Diprediksi Terjadi Pekan Ini, Kunjungan ke Mall Bakal Naik 15%
Menjelang Lebaran Kita...
Menjelang Lebaran Kita Lebih Konsumtif? Ini Faktanya
Depresiasi Rupiah di...
Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
IHSG Cetak Rekor Tertinggi:...
IHSG Cetak Rekor Tertinggi: Euforia, Risiko, dan Peluang
Rekomendasi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved