Erick Thohir Bantah Holding Aviasi untuk Menyelamatkan Garuda Indonesia
Senin, 09 November 2020 - 10:04 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan terkait barang selundupan yang dibawa pesawat Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan pembentukan holding aviasi dan pariwisata tidak bertujuan untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) dari tekanan likuiditas. Prinsip pembentukan holding didasari pada penciptaan nilai secara kolektif. Menteri BUMN Erick Thohir mengakui, performa atau kinerja bisnis maskapai penerbangan plat merah sudah mengkhawatirkan, bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi.
"Pembentukan holding tidak berdasar dengan tujuan penyelamatan Garuda, sebagaimana kita tahu, performa dan kondisi keuangan Garuda sudah mengkhawatirkan, bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi (Indonesia)," ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta, Senin (9/10/2020).
Baca Juga: Sah! Erick Thohir Bentuk Holding Aviasi dan Wisata
Dalam proses restrukturisasi dengan memasukan Garuda Indonesia sebagai anggota holding Aviasi dan Pariwisata pun diyakini tidak akan memberi dampak negatif kepada anggota holding yang lain. Itu karena pembentukan holding sendiri didasari pada penciptaan nilai secara kolektif atau bersama. "Seluruh inisiatif holding akan mempertimbangkan dampak ke seluruh anggota holding," katanya.
Terkait dengan persoalan itu, Induk holding yakni PT Survai Udara Penas (Penas), diberi tanggung jawab atas manajemen dan kontrol untuk mengembangkan bisnis holding secara terintegrasi untuk menggenjot kinerja anggota holding agar lebih membaik ke depan. Kondisi Garuda juga dinilai memegang peranan penting dalam sektor pariwisata dan aviasi dengan jumlah pangsa pasar yang signifikan. Karena itu, perkembangan Garuda ke kedepan dinilai akan memiliki dampak langsung bagi pertumbuhan perseroan negara lainnya.
Baca Juga: Erick Thohir Dukung Penyelidikan Dugaan Suap di Tubuh Garuda
Perihal opsi holding yang dipilih dan tidak dilakukannya sinergi tanpa integrasi. Erick mengutarakan, apabila hanya bersinergi tanpa integrasi secara entitas, maka akan tetap terjadi duplikasi dan kompetisi internal yang dapat menghambat sinergi antara perusahaan, sehingga penciptaan nilai tidak berjalan optimal.
"Pembentukan holding tidak berdasar dengan tujuan penyelamatan Garuda, sebagaimana kita tahu, performa dan kondisi keuangan Garuda sudah mengkhawatirkan, bahkan sebelum pandemi Covid-19 terjadi (Indonesia)," ujar Erick dalam dokumen yang diterima, Jakarta, Senin (9/10/2020).
Baca Juga: Sah! Erick Thohir Bentuk Holding Aviasi dan Wisata
Dalam proses restrukturisasi dengan memasukan Garuda Indonesia sebagai anggota holding Aviasi dan Pariwisata pun diyakini tidak akan memberi dampak negatif kepada anggota holding yang lain. Itu karena pembentukan holding sendiri didasari pada penciptaan nilai secara kolektif atau bersama. "Seluruh inisiatif holding akan mempertimbangkan dampak ke seluruh anggota holding," katanya.
Terkait dengan persoalan itu, Induk holding yakni PT Survai Udara Penas (Penas), diberi tanggung jawab atas manajemen dan kontrol untuk mengembangkan bisnis holding secara terintegrasi untuk menggenjot kinerja anggota holding agar lebih membaik ke depan. Kondisi Garuda juga dinilai memegang peranan penting dalam sektor pariwisata dan aviasi dengan jumlah pangsa pasar yang signifikan. Karena itu, perkembangan Garuda ke kedepan dinilai akan memiliki dampak langsung bagi pertumbuhan perseroan negara lainnya.
Baca Juga: Erick Thohir Dukung Penyelidikan Dugaan Suap di Tubuh Garuda
Perihal opsi holding yang dipilih dan tidak dilakukannya sinergi tanpa integrasi. Erick mengutarakan, apabila hanya bersinergi tanpa integrasi secara entitas, maka akan tetap terjadi duplikasi dan kompetisi internal yang dapat menghambat sinergi antara perusahaan, sehingga penciptaan nilai tidak berjalan optimal.
Lihat Juga :