Biden Jadi Presiden, 'Perang' AS-China Diramal Makin Seru

Senin, 09 November 2020 - 11:25 WIB
loading...
Biden Jadi Presiden,...
Warga menyaksikan pesta kembang api setelah Joe Biden dan Kamala Harris diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden AS oleh media, di BLM Plaza di Washington, DC, AS, 7 November 2020. Foto/REUTERS/Hannah McKay
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS menggantikan Trump belum menjadi angin segar untuk Indonesia. Pemerintahan Biden akan lebih memilih kerjasama perdagangan secara regional daripada bilateral. Salah satunya bakal kembali mengikuti Trans Pacific Partnership (TPP) yang dicetuskan pada kepemimpinan Obama. "Ruang bilateral akan menjadi lebih ketat antara Indonesia dan AS," kata Tauhid di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Dampak Kemenangan Biden Harris: Rupiah Garang, IHSG Lari Kencang!

Meskipun memiliki pendekatan lebih diplomatis, tetapi Biden tetap akan mendorong perang dagang , bahkan dengan frekuensi tinggi. Kritik Biden terhadap Trump pada perjanjian phase one dengan China dianggap gagal dan tidak memberikan efek terhadap penurunan perdagangan dari China dan meningkatkan produksi dalam negeri. "Biden akan menggunakan kekuatan sekutu untuk menerapkan perang dagang dengan China dan ekskalasi perang dagang akan meningkat," katanya.

Baca Juga: Biden Mulai Transisi Kekuasaan, Trump Tetap Menolak Kalah

Selain itu, akan terjadi investment diversion dari China karena secara global supply chain dengan China akan dikurangi serta masih belum pastinya kesepakatan trade war. "Dalam kampanyenya, Biden mengutamakan produk yang dibuat dan dihasilkan oleh orang Amerika di Amerika, atau dikenal sebagai “Buy American”. Rencana ini akan digunakan sebagai program pemulihan pasca Covid-19 dengan investasi pengadaan sebesar USD 400 miliar yang berpusat pada produk buatan Amerika," tandasnya. Baca Juga: Soal Tabungan Nasabah Dibobol Rp20 Miliar, Hotman Paris Bela Maybank


Saksikan Video:

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Harga Minyak Dunia Tergantung...
Harga Minyak Dunia Tergantung Mood Trump! Naik-Turun Cuma Gara-gara Presiden AS Kurang Tidur
AS Sanksi Terminal Minyak...
AS Sanksi Terminal Minyak China Jelang KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Kecam Intimidasi Washington
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Rekomendasi
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved