Surplus Nggak Ngaruh, RI Diramal Masih Resesi hingga Akhir Tahun
Senin, 16 November 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"Volume ekspor non-migas pada bulan Oktober tercatat naik 8,8% meskipun masih membukukan laju pertumbuhan tahunan yang negatif. Pemulihan ekonomi global tersebut juga turut mendorong kenaikan permintaan komoditas sedemikian sehingga mendorong kenaikan harga komoditas seperti CPO yang naik sekitar 15,4% (ytd), harga karet alam naik 8,7% (ytd) dan nikel naik 13,3% (ytd)," katanya.
(Baca Juga: Lagi dan Lagi, Neraca Dagang Oktober Kembali Surplus USD3,61 Miliar)
Selain itu impor non-migas belum menunjukkan tren perbaikan yang mengindikasikan kebutuhan impor terutama impor bahan baku masih cenderung rendah mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi yang belum pulih sejak pandemi Covid-19.
Hal tersebut terindikasi dari aktivitas manufaktur Indonesia bulan Oktober yang masih tercatat dalam fase kontraktif (<50). Volume impor non-migas pada bulan Oktober tercatat turun 5,9% (mom). Kapasitas produksi yang belum mengindikasikan perbaikan yang signfikan tersebut, merefleksikan sisi permintaan perekonomian yang masih lemah.
(Baca Juga: Lagi dan Lagi, Neraca Dagang Oktober Kembali Surplus USD3,61 Miliar)
Selain itu impor non-migas belum menunjukkan tren perbaikan yang mengindikasikan kebutuhan impor terutama impor bahan baku masih cenderung rendah mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi yang belum pulih sejak pandemi Covid-19.
Hal tersebut terindikasi dari aktivitas manufaktur Indonesia bulan Oktober yang masih tercatat dalam fase kontraktif (<50). Volume impor non-migas pada bulan Oktober tercatat turun 5,9% (mom). Kapasitas produksi yang belum mengindikasikan perbaikan yang signfikan tersebut, merefleksikan sisi permintaan perekonomian yang masih lemah.
(fai)
Lihat Juga :