Penguatan Ekonomi Umat, Wapres: RI Kurang Lembaga Keuangan Mikro Syariah

Senin, 16 November 2020 - 16:21 WIB
loading...
Penguatan Ekonomi Umat,...
Wapres Maruf Amin mengatakan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada Baitu Al-Maal Wa Al-Tamil (BMT) yang tidak dimiliki oleh negara-negara muslim lainnya, demi ekonomi umat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada Baitu Al-Maal Wa Al-Tamil (BMT) . Pasalnya dia mengatakan, BMT merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang merupakan inovasi anak bangsa yang tidak dimiliki oleh negara-negara muslim lainnya.

“Banyak negara berpenduduk muslim, yang memiliki jumlah usaha mikro dan kecil yang banyak, ingin mempelajari dan menerapkan model BMT di negaranya. Menjadi kewajiban kita untuk menguatkan BMT-BMT yang kita miliki agar terbukti menjadi solusi bagi penguatan ekonomi umat sehingga dapat direplikasi di berbagai negara muslim lainnya,” katanya saat membuka acara webminar BMT Summit 2020, Senin (16/11/2020).

(Baca Juga: Wapres Sebut Saat Ini Momen Tepat Kembangkan Usaha Mikro-Kecil Syariah )

Salah satunya perlunya penggunaan teknologi digital dalam pelayanannya BMT. Hal ini sebagai langkah adaptasi pasca adanya pandemi covid-19.

“Perlunya adaptasi teknologi digital dalam peningkatan kualitas layanan, kualitas operasi, dan efisiensi BMT. Dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia dan Bukalapak, terlihat bahwa usaha mikro yang beroperasi menggunakan platform online, mengalami penurunan penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan platform online,” paparnya.

Kemudian dalam penyaluran bantuan kepada usaha mikro juga diperlukan ketersediaan data yang memadai. Dia pun mendorong dikembangkannya pusat data BMT.

“Untuk itu, perlu dikembangkan pusat data BMT yang terintegrasi. Semoga dalam BMT Summit 2020 ini jg dimana seluruh BMT berkumpul, dapat dirumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun pusat data BMT yang terpadu,” tuturnya.

(Baca Juga: Maruf Amin Usul Ada Lembaga Pengawas dan Penjamin Simpanan Koperasi BMT )

Kemudian Ma’ruf juga menilai perlu ada peningkatan secara kuantitas dari BMT. Menurutnya jumlah BMT di Indonesia saat ini masih kurang.

“Indonesia sebagai negara dengan 221 juta penduduk muslim masih kekurangan lembaga keuangan mikro syariah. Oleh karena itu, perlu dibangun pusat-pusat pelatihan lembaga mikro syariah di berbagai daerah sebagai pusat pembinaan dan pengembangan BMT,” pungkasnya. Dita angga
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LPDB Perkuat Ekonomi...
LPDB Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Koperasi melalui Pembiayaan Dana Bergulir
2 Terobosan Baru Meningkatkan...
2 Terobosan Baru Meningkatkan Akurasi Penilaian Kredit, Didukung AI
KEKSI 2024, Sektor Halal...
KEKSI 2024, Sektor Halal Jadi Penopang Ekonomi Syariah
Edukasi Anak Muda, Easycash...
Edukasi Anak Muda, Easycash dan Tokoscore Seminar Atur Keuangan Digital
Tak Ingin Bergantung...
Tak Ingin Bergantung Asing, Lembaga Keuangan Lokal Didorong Biayai Hilirisasi
Dorong Penguatan Ekonomi...
Dorong Penguatan Ekonomi Syariah, Maybank Indonesia Gelar Shariah Thought Leaders Forum 2025
Menjaga Kualitas Pembiayaan...
Menjaga Kualitas Pembiayaan di Tengah Pertumbuhan dan Berkembangnya Ekonomi Syariah
OJK Luncurkan Roadmap...
OJK Luncurkan Roadmap Penguatan LKM 2024-2028, Aturan Baru Segera Terbit
Kiai Cholil Nafis Dorong...
Kiai Cholil Nafis Dorong Asia Tenggara Terapkan Ekonomi Syariah
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Arah Jakarta Diberlakukan dari KM 70
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Berita Terkini
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
4 menit yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
37 menit yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
1 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
1 jam yang lalu
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
2 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
4 jam yang lalu
Infografis
Rusia: UNICEF Anggap...
Rusia: UNICEF Anggap Anak Gaza Kurang Penting Dibanding Anak Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved