RUU Minol Diamati Dunia, PHRI: Citra Pariwisata Indonesia Bisa Buruk
Selasa, 17 November 2020 - 12:40 WIB
loading...
Ilustrasi wisatawan. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai adanya pembahasan Rancangan Undang-Undang atau RUU Larangan Minuman Beralkohol (minol) akan berdampak buruk pada citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Pasalnya, citra kebebasan untuk memilih atau freedom of choice terkesan hilang dengan adanya RUU tersebut.
"Minuman beralkohol merupakan bagian penting dalam sektor pariwisata. Bukan hanya produknya, tapi citra kebebasan untuk memilih atau freedom of choice. Kalau orang bisa punya akses ke minuman beralkohol artinya ada kebebasan untuk memilih," kata Ketua Hubungan Antar Lembaga PHRI Bambang Britono dalam Market Review IDX Channel, Selasa (17/11/2020).
(Baca juga: Aturan Miras Sudah Ketat, Pengusaha Hotel-Resto: RUU Larang Minum Alkohol Seram )
Dia mengatakan bahwa pariwisata merupakan national brand ambassador atau merupakan wajah dari Indonesia. Jika dipengaruhi oleh kebijakan 'aneh' maka akan mengurangi minat pelancong atau turis asing untuk datang.
"Isu di pasar modal dan isu di pariwisata banyak hal yang rentan. Begitu ada isu aneh-aneh atau kebijakan 'aneh' akan membuat pelancong atau turis berpikir ulang untuk ke Indonesia," tegasnya.
"Minuman beralkohol merupakan bagian penting dalam sektor pariwisata. Bukan hanya produknya, tapi citra kebebasan untuk memilih atau freedom of choice. Kalau orang bisa punya akses ke minuman beralkohol artinya ada kebebasan untuk memilih," kata Ketua Hubungan Antar Lembaga PHRI Bambang Britono dalam Market Review IDX Channel, Selasa (17/11/2020).
(Baca juga: Aturan Miras Sudah Ketat, Pengusaha Hotel-Resto: RUU Larang Minum Alkohol Seram )
Dia mengatakan bahwa pariwisata merupakan national brand ambassador atau merupakan wajah dari Indonesia. Jika dipengaruhi oleh kebijakan 'aneh' maka akan mengurangi minat pelancong atau turis asing untuk datang.
"Isu di pasar modal dan isu di pariwisata banyak hal yang rentan. Begitu ada isu aneh-aneh atau kebijakan 'aneh' akan membuat pelancong atau turis berpikir ulang untuk ke Indonesia," tegasnya.
Lihat Juga :