Marak Rekening Bank Dibobol, OJK Kasih Tips Aman Bertransaksi Keuangan Online
Kamis, 19 November 2020 - 17:00 WIB
loading...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tips bertransaksi keuangan secara online yang aman, seiring maraknya kasus pembobolan rekening bank. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Dalam menggunakan layanan internet atau mobile banking , masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam mengelola nomor telepon seluler yang dipakai dan menjaga kerahasiaan data pribadi. Seperti diketahui belakangan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kejadian pembobolan uang nasabah yang nilainya capai miliaran Rupiah.
(Baca Juga: Duit Nasabah Kembali Raib yang Kali Ini Capai Rp72 Juta, Maybank Kejar Pelaku )
Contohnya kasus nasabah Maybank di Jakarta hingga Bank Mega di Malang, membuat para nasabah diingatkan untuk lebih berhati-hati. Terbaru, nasabah Maybank asal Solo bernama Candraning Setyo, dimana uang dalam tabungan miliknya hilang sebesar Rp72.653.000 dengan dugaan menjadi korban pembobolan rekening.
Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan, agar tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan, jangan memberikan PIN atau OTP kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank. "Ingat bahwa Bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen," kata Sekar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
(Baca Juga: Marak Rekening Bank Dibobol, Bos LPS: Pengaduan Perlu Pro Aktif )
(Baca Juga: Duit Nasabah Kembali Raib yang Kali Ini Capai Rp72 Juta, Maybank Kejar Pelaku )
Contohnya kasus nasabah Maybank di Jakarta hingga Bank Mega di Malang, membuat para nasabah diingatkan untuk lebih berhati-hati. Terbaru, nasabah Maybank asal Solo bernama Candraning Setyo, dimana uang dalam tabungan miliknya hilang sebesar Rp72.653.000 dengan dugaan menjadi korban pembobolan rekening.
Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan, agar tidak disalahgunakan dan menjadi target kejahatan transaksi keuangan, jangan memberikan PIN atau OTP kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku sebagai pegawai bank. "Ingat bahwa Bank tidak pernah meminta PIN/OTP dari konsumen," kata Sekar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).
(Baca Juga: Marak Rekening Bank Dibobol, Bos LPS: Pengaduan Perlu Pro Aktif )
Lihat Juga :