Menteri BUMN Sebut Vaksin Covid-19 Datang di Desember, Vaksinasi Tetap di 2021
Sabtu, 21 November 2020 - 09:49 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mencatat vaksin Covid-19 akan didatangkan pada akhir November atau Awal Desember 2020. Vaksin yang didatangkan tersebut adalah vaksin yang sudah diproduksi dan masih berupa bahan baku.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, pemerintah optimistis bahwa vaksin Covid-19 akan didatangkan pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah tidak serta merta langsung melakukan proses penyuntikan atau vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin dan prosedurnya. Dengan kata lain, pemerintah membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan keamanan vaksin dalam prinsip kehati-hatian. Maka, vaksin diproyeksikan pemerintah akan didistribusikan pada 2021 mendatang.
(Baca juga: Jumat Keramat, Seharian Erick Thohir Copot Tiga Dirkeu BUMN )
"Konteksnya gini, datang (vaksin) sama disuntik itu beda lho. Kalau datang, saya optimis di akhir November atau awal Desember (2020), tetapi itu bukan divaksin. Datang dulu barangnya karena ada dua macam vaksin, ada yang jadi dan ada yang berupa bahan baku yang perlu diproduksi dan perlu waktu satu bulan. Bersama dengan itu, proses BPOM harus dilalui dan juga standar WHO," ujar Erick dalam acara Indonesia Townhall, Jumat malam, dikutip Sabtu (21/11/2020).
Pemerintah, kata dia, belum memberikan waktu yang tepat untuk dilakukannya distribusi dan penyuntikan vaksin kepada masyarakat. Namun, pemerintah berupaya agar proses itu secepatnya dilakukan.
(Baca juga: Wapres Minta Riset Kehalalan Tak Hambat Jadwal Vaksinasi Nasional )
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, pemerintah optimistis bahwa vaksin Covid-19 akan didatangkan pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah tidak serta merta langsung melakukan proses penyuntikan atau vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin dan prosedurnya. Dengan kata lain, pemerintah membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan keamanan vaksin dalam prinsip kehati-hatian. Maka, vaksin diproyeksikan pemerintah akan didistribusikan pada 2021 mendatang.
(Baca juga: Jumat Keramat, Seharian Erick Thohir Copot Tiga Dirkeu BUMN )
"Konteksnya gini, datang (vaksin) sama disuntik itu beda lho. Kalau datang, saya optimis di akhir November atau awal Desember (2020), tetapi itu bukan divaksin. Datang dulu barangnya karena ada dua macam vaksin, ada yang jadi dan ada yang berupa bahan baku yang perlu diproduksi dan perlu waktu satu bulan. Bersama dengan itu, proses BPOM harus dilalui dan juga standar WHO," ujar Erick dalam acara Indonesia Townhall, Jumat malam, dikutip Sabtu (21/11/2020).
Pemerintah, kata dia, belum memberikan waktu yang tepat untuk dilakukannya distribusi dan penyuntikan vaksin kepada masyarakat. Namun, pemerintah berupaya agar proses itu secepatnya dilakukan.
(Baca juga: Wapres Minta Riset Kehalalan Tak Hambat Jadwal Vaksinasi Nasional )
Lihat Juga :