Di Bawah Kepemimpinan Saudi, G20 Suntikkan USD11 T untuk Lindungi Ekonomi

loading...
Di Bawah Kepemimpinan Saudi, G20 Suntikkan USD11 T untuk Lindungi Ekonomi
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyebutkan bahwa Arab Saudi telah membuktikan komitmennya selama memimpin G20 dalam memerangi pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews/Michelle Natalia
A+ A-
JAKARTA - Raja Arab Saudi ketujuh sekaligus Penjaga Dua Kota Suci, Salman bin Abdulaziz al-Saud menyebutkan bahwa Arab Saudi telah membuktikan komitmennya selama memimpin G20 dalam memerangi pandemi Covid-19.

Salman mengatakan, selama KTT Luar Biasa, pihaknya segera memobilisasi sumber daya yang ada. Dan pada permulaan krisis, lebih dari USD21 miliar telah digelontorkan untuk mendukung upaya global dalam menangkal dampak pandemi.

"Kami juga telah mengambil langkah-langkah yang luar biasa untuk mendukung perekonomian dengan menyuntikkan lebih dari USD11 triliun untuk menopang para individu dan bisnis," ujar Salman dalam sambutannya di G20 Riyadh Summit di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu malam (21/11/2020).

(Baca juga: Tertinggi di G20, China Beri Keringanan Utang USD2,1 M ke Negara Berkembang)



Selain itu, G20 dibawah Arab Saudi telah memperluas jaring pengaman sosial untuk melindungi kelompok yang rentan kehilangan pekerjaan ataupun sumber pendapatan. Demi memenuhi tujuan ini, G20 juga sudah memberikan program dukungan darurat.

"Dukungan tersebut kami serahkan melalui G20 Debt Service Suspension Initiative ke negara-negara berkembang, terutama negara-negara berpenghasilan rendah," tambahnya.

Dia mengatakan, bahwa ini merupakan tugas bersama untuk menghadapi tantangan selama KTT ini diselenggarakan. Salman mengatakan, 12 tahun lalu negara-negara G20 untuk menghadapi krisis keuangan bersama.



(baca juga: Cara Mengatur Keuangan Biar Tak Kelabakan di Akhir Bulan)

Tahun ini, negara-negara ini kembali berkumpul untuk menghadapi krisis global yang lebih dalam dan memporak-porandakan ekonomi.

"Kami yakin KTT Riyadh akan memberikan hasil yang signifikan dan mengarah pada pengadopsian kebijakan ekonomi dan sosial yang akan memulihkan harapan dan kepastian bagi masyarakat dunia," tukasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top