Khawatir Pandemi Memburuk, Miliarder Dunia Tumpuk Uang Tunai
Senin, 23 November 2020 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat Son sudah menyiapkan uang tunai, sekelompok miliarder di Amerika Serikat (AS) juga memilih menyiapkan uang tunai karena khawatir terjadi krisis yang berkepanjangan. Tiger 21, sebuah klub yang terdiri atas 800 investor, menyatakan anggotanya telah memegang 19% dari total aset secara tunai. Mereka takut ketika krisis ekonomi akan melanda AS. Mereka meyakini krisis pandemi corona akan berlangsung hingga Juni tahun depan.
“Permintaan uang tunai menjadi hal luar biasa. Secara statistik, telah terjadi perubahan alokasi aset pada Tiger 21,” kata Michael Sonnenfeldt, ketua klub Tiger 21, di mana anggotanya memiliki aset lebih dari 100 juta. “Itu dilakukan para miliarder untuk mendapatkan likuiditas dan menyiapkan dana tunai karena cuaca menunjukkan adanya badai,” imbuhnya.
Dengan jumlah korban meninggal akibat virus corona di AS sudah mencapai 250.000, maka AS menjadi negara yang paling terdampak serius akibat pandemi tersebut. Itu juga menyebabkan krisis ekonomi dan peningkatan pengangguran hingga jutaan orang. Ekonom sudah memperingatkan AS harus menyediakan USD1 triliun hingga USD2 triliun untuk bantuan keuangan bagi warga AS.
Melansir Bloomberg, bukan hanya miliarder, korporasi di AS juga meningkatkan uang tunai selama mereka bisa menyimpannya. Korporasi juga berharap banyak kepada Presiden terpilih AS Joe Biden untuk mengubah peraturan ekonomi dan menunda kenaikan panjang. Apalagi, Biden juga telah memperingatkan tentang “dark winter” di mana kasus virus corona akan meningkat beberapa bulan sebelum vaksin tersedia bagi publik. (Baca juga: Minat Wisata Petualangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Korporasi saat ini fokus memperkuat keseimbangan neraca dan meningkatkan likuiditas dunia,” kata Nicholas Elfner, pemimpin firma riset Breckinridge Capital Advisors. “Pintunya terbuka, cepat ambil untung sebelum Covid Winter,” ujarnya.
Selain itu, banyak perusahaan juga tidak menjual obligasi untuk membayar utang mereka. Seperti Continenal Resources dan Antero Midstream yang memilih meningkatkan penawaran obligasi untuk membayar kembali utang mereka. Produsen minyak Continental menawarkan obligasi hingga USD1,5 miliar. Hal sama juga dilakukan Tervita, perusahaan Kanada menyediakan obligasi senilai USD500 juta.
“Permintaan uang tunai menjadi hal luar biasa. Secara statistik, telah terjadi perubahan alokasi aset pada Tiger 21,” kata Michael Sonnenfeldt, ketua klub Tiger 21, di mana anggotanya memiliki aset lebih dari 100 juta. “Itu dilakukan para miliarder untuk mendapatkan likuiditas dan menyiapkan dana tunai karena cuaca menunjukkan adanya badai,” imbuhnya.
Dengan jumlah korban meninggal akibat virus corona di AS sudah mencapai 250.000, maka AS menjadi negara yang paling terdampak serius akibat pandemi tersebut. Itu juga menyebabkan krisis ekonomi dan peningkatan pengangguran hingga jutaan orang. Ekonom sudah memperingatkan AS harus menyediakan USD1 triliun hingga USD2 triliun untuk bantuan keuangan bagi warga AS.
Melansir Bloomberg, bukan hanya miliarder, korporasi di AS juga meningkatkan uang tunai selama mereka bisa menyimpannya. Korporasi juga berharap banyak kepada Presiden terpilih AS Joe Biden untuk mengubah peraturan ekonomi dan menunda kenaikan panjang. Apalagi, Biden juga telah memperingatkan tentang “dark winter” di mana kasus virus corona akan meningkat beberapa bulan sebelum vaksin tersedia bagi publik. (Baca juga: Minat Wisata Petualangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Korporasi saat ini fokus memperkuat keseimbangan neraca dan meningkatkan likuiditas dunia,” kata Nicholas Elfner, pemimpin firma riset Breckinridge Capital Advisors. “Pintunya terbuka, cepat ambil untung sebelum Covid Winter,” ujarnya.
Selain itu, banyak perusahaan juga tidak menjual obligasi untuk membayar utang mereka. Seperti Continenal Resources dan Antero Midstream yang memilih meningkatkan penawaran obligasi untuk membayar kembali utang mereka. Produsen minyak Continental menawarkan obligasi hingga USD1,5 miliar. Hal sama juga dilakukan Tervita, perusahaan Kanada menyediakan obligasi senilai USD500 juta.
Lihat Juga :