Hampir Semua Pengembang Vaksin Covid-19 Digedor Demi Bantu Menkes Terawan
Selasa, 24 November 2020 - 14:52 WIB
loading...
Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin mengaku, telah menghubungi hampir semua pengembang vaksin Covid-19 untuk digunakan Indonesia sesuai permintaan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional ( Satgas PEN ), Budi Gunadi Sadikin mengaku, telah menghubungi hampir semua pengembang vaksin Covid-19 untuk digunakan Indonesia. Adapun hal ini dilakukan sesuai permintaan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk membantu solusi pengadaan vaksin.
(Baca Juga: Satgas PEN Target Serap Rp100 Triliun Anggaran Covid di Kuartal IV )
Saat mencoba menghubungi pengembang vaksin, Budi menyebut hal ini telah sesuai arahan dan koordinasi dari Menkes dan pengembang yang dihubungi juga sesuai dengan tertera di list Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Sampai sekarang ada 11 vaksin, yang sudah masuk uji klinikal trial klinis, trial tiga. Semua sudah kita kontak kecuali tiga seingat saya. Satu, Moderna di AS itu belum ada kontak dari kita; dua, Gamalea atau Sputnik di Rusia belum ada kontak formal; dan ketiga ada vaksin baru yang masuk, yang lain sudah ada kontak dari kita," ujar Budi dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).
Wakil Menteri BUMN ini menambahkan, terkait keputusan akhir vaksin yang dipilih, harga dan jenisnya akan diserahkan kepada Menkes. "Tapi kami membantu beliau sudah mengontak tujuh atau delapan perusahaan vaksin ini untuk memberikan opsi mana yang kira-kira cocok dengan Indonesia," katanya.
(Baca Juga: Satgas PEN Target Serap Rp100 Triliun Anggaran Covid di Kuartal IV )
Saat mencoba menghubungi pengembang vaksin, Budi menyebut hal ini telah sesuai arahan dan koordinasi dari Menkes dan pengembang yang dihubungi juga sesuai dengan tertera di list Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Sampai sekarang ada 11 vaksin, yang sudah masuk uji klinikal trial klinis, trial tiga. Semua sudah kita kontak kecuali tiga seingat saya. Satu, Moderna di AS itu belum ada kontak dari kita; dua, Gamalea atau Sputnik di Rusia belum ada kontak formal; dan ketiga ada vaksin baru yang masuk, yang lain sudah ada kontak dari kita," ujar Budi dalam acara CEO Networking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).
Wakil Menteri BUMN ini menambahkan, terkait keputusan akhir vaksin yang dipilih, harga dan jenisnya akan diserahkan kepada Menkes. "Tapi kami membantu beliau sudah mengontak tujuh atau delapan perusahaan vaksin ini untuk memberikan opsi mana yang kira-kira cocok dengan Indonesia," katanya.
Lihat Juga :