Pulihkan Ekonomi, RI Bisa Tawarkan Investasi ke Negara Tetangga
Selasa, 24 November 2020 - 16:39 WIB
loading...
Ilustrasi investasi asing/Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Corona Virus (Covid-19) telah membawa peluang bagi pelaku usaha, termasuk industri farmasi, makanan dan minuman, sepeda yang penjualannya naik hingga 300% serta arsitektur.
Apalagi sejak adanya Work From Home (WFH), banyak orang ingin menata interior rumah mereka senyaman mungkin. “Namun saat ini konsumsi lebih banyak di dorong oleh kelas menengah ke bawah, sementara kelas menengah ke atas masih menahan belanja dan tetap pada pola belanja bulanan,” ujar Chairman Jababeka Group, SD Darmono saat webinar di Jakarta, Selasa (24/11/2020).
Di satu sisi, Undang-undang (UU) Cipta Kerja juga dinilai menjadi penyelamat dan penyemangat untuk menarik investasi baik asing maupun domestik. Investor saat ini lebih mengutamakan aktivitas perdagangan.
(Baca Juga : Masuk 20 Besar Negara Penerima Investasi Asing, RI Tetap Seksi di Mata Investor )
Seiring dengan aktivitas perdagangan yang tumbuh, sambung dia, mereka akan mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu negara yang menjanjikan pasar yang besar. Tidak hanya pelaku bisnis yang menyambut hangat UU ini, melain juga mayoritas (80%) asosiasi pekerja saat ini mulai memahami dan mendukung UU Cipta Kerja.
Apalagi sejak adanya Work From Home (WFH), banyak orang ingin menata interior rumah mereka senyaman mungkin. “Namun saat ini konsumsi lebih banyak di dorong oleh kelas menengah ke bawah, sementara kelas menengah ke atas masih menahan belanja dan tetap pada pola belanja bulanan,” ujar Chairman Jababeka Group, SD Darmono saat webinar di Jakarta, Selasa (24/11/2020).
Di satu sisi, Undang-undang (UU) Cipta Kerja juga dinilai menjadi penyelamat dan penyemangat untuk menarik investasi baik asing maupun domestik. Investor saat ini lebih mengutamakan aktivitas perdagangan.
(Baca Juga : Masuk 20 Besar Negara Penerima Investasi Asing, RI Tetap Seksi di Mata Investor )
Seiring dengan aktivitas perdagangan yang tumbuh, sambung dia, mereka akan mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu negara yang menjanjikan pasar yang besar. Tidak hanya pelaku bisnis yang menyambut hangat UU ini, melain juga mayoritas (80%) asosiasi pekerja saat ini mulai memahami dan mendukung UU Cipta Kerja.
Lihat Juga :