LPDB-KUMKM Ditugaskan untuk Prioritaskan Pembiayaan ke Koperasi
Kamis, 26 November 2020 - 01:57 WIB
loading...
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menugaskan, manajemen LPDB-KUMKM untuk menyiapkan skema pinjaman/pembiayaan yang memungkinkan dapat memperkuat peran koperasi. Foto/Dok
A
A
A
LHOKSEUMAWE - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menugaskan, manajemen Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk menyiapkan skema pinjaman/pembiayaan yang memungkinkan dapat memperkuat peran koperasi untuk penyerapan produk-produk pangan masyarakat, termasuk kopi.
(Baca Juga: Bikin Ekonomi Bangkit Lewat Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gandeng Kejari Kota Bandung )
Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai upaya memitigasi dampak pandemi Covid-19, yang diketahui dari sisi demand mengalami gangguan (penurunan), dan dari sisi supply produknya pun juga terganggu.
“Khusus untuk komoditas kopi, berdasarkan informasi dari Bupati Bener Meriah, Tgk H. Sarkawi bahwa kopi produksi masyarakat Bener Meriah yang dikenal dengan Kopi Gayo sebelum pandemi Covid-19, hampir 90% di ekspor ke sejumlah negara. Namun saat terjadi pandemi, pasar luar negeri mengalami penurunan daya beli, sehingga terjadi penumpukan stok,” kata Riza saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/11/2020).
Oleh karena itu, lanjut Riza, perlu ada terobosan. “Pak Menteri melalui LPDB- KUMKM, memberikan prioritas pembiayaannya kepada koperasi,” katanya.
(Baca Juga: Bikin Ekonomi Bangkit Lewat Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gandeng Kejari Kota Bandung )
Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai upaya memitigasi dampak pandemi Covid-19, yang diketahui dari sisi demand mengalami gangguan (penurunan), dan dari sisi supply produknya pun juga terganggu.
“Khusus untuk komoditas kopi, berdasarkan informasi dari Bupati Bener Meriah, Tgk H. Sarkawi bahwa kopi produksi masyarakat Bener Meriah yang dikenal dengan Kopi Gayo sebelum pandemi Covid-19, hampir 90% di ekspor ke sejumlah negara. Namun saat terjadi pandemi, pasar luar negeri mengalami penurunan daya beli, sehingga terjadi penumpukan stok,” kata Riza saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/11/2020).
Oleh karena itu, lanjut Riza, perlu ada terobosan. “Pak Menteri melalui LPDB- KUMKM, memberikan prioritas pembiayaannya kepada koperasi,” katanya.
Lihat Juga :