Partisipasi UMKM ke Rantai Pasok Global Jadi PR Indonesia
Kamis, 26 November 2020 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, dia membandingkan dengan UMKM di Jepang, Korea Selatan, dan China, dimana mereka tidak lagi masuk di rantai produksi nasional tapi justru rantai pasok dunia. "Kedua poin tersebut menjadi krusial karena rasio kewirausahaan Indonesia rendah di 3,47%. Ini masih di bawah Singapura yang 8,76%, sementara Malaysia dan Thailand sudah mendekati 5%," terang Teten.
Padahal, kata dia, standar rasio kewirausahaan untuk dikategorikan sebagai negara maju minimum mencapai 4%. "Saya berharap melalui ICCF, kita bisa terus memunculkan wirausaha baru dengan bisnis inovatif dan produktif, masuk ke produk berbasis teknologi," tandasnya.
(Baca Juga: Mendag Dorong UMKM Pakai Strategi Hybrid)
Pihaknya juga menaruh perhatian pada startup untuk didorong menjadi future SMEs dengan pendekatan inkubasi. "Kita perlu bekerja sama dengan akademisi kampus agar inkubator bisnis di kampus di daerah-daerah bisa memunculkan startup-startup berbasis teknologi dengan keunggulan komparatif," jelas Teten.
Padahal, kata dia, standar rasio kewirausahaan untuk dikategorikan sebagai negara maju minimum mencapai 4%. "Saya berharap melalui ICCF, kita bisa terus memunculkan wirausaha baru dengan bisnis inovatif dan produktif, masuk ke produk berbasis teknologi," tandasnya.
(Baca Juga: Mendag Dorong UMKM Pakai Strategi Hybrid)
Pihaknya juga menaruh perhatian pada startup untuk didorong menjadi future SMEs dengan pendekatan inkubasi. "Kita perlu bekerja sama dengan akademisi kampus agar inkubator bisnis di kampus di daerah-daerah bisa memunculkan startup-startup berbasis teknologi dengan keunggulan komparatif," jelas Teten.
(fai)
Lihat Juga :