Lewat Dayamaya Pemerintah Geber Potensi Ekonomi Daerah 3T Secara Digital
Kamis, 03 Desember 2020 - 00:02 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi ekonomi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan berbagai cara. Salah satu yang terbaru adalah pelaksanaan program Dayamaya yang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika .
Dayamaya mengajak para pelaku startup eCommerce, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital bersinergi mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.
“Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (2/12/2020). ( Baca juga:Manfaatkan Ekosistem Digital, Potensi Pasar KUMKM Indonesia Kian Lebar )
Untuk tiga dari 18 inisiatif yang telah berkesempatan memberikan kontribusi kepada masyarakat, yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin.
Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia, berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program Dayamaya.
Menurut Reza Permadi, selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10 pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Harapannya akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.
Dayamaya mengajak para pelaku startup eCommerce, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital bersinergi mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.
“Saat ini sudah ada lima inisiatif, dari 18 yang terpilih pada tahun 2019, yang mulai berproses di masyarakat. Kami yakin dengan peran serta mereka, akan segera terjadi perubahan di daerah 3T menuju ke arah yang lebih baik,” kata Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (2/12/2020). ( Baca juga:Manfaatkan Ekosistem Digital, Potensi Pasar KUMKM Indonesia Kian Lebar )
Untuk tiga dari 18 inisiatif yang telah berkesempatan memberikan kontribusi kepada masyarakat, yaitu Atourin, Cakap, dan Jahitin.
Atourin sebagai perusahaan teknologi di sektor pariwisata yang menyediakan jasa dan layanan baik secara online maupun offline untuk industri pariwisata Indonesia, berkesempatan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata di Natuna melalui program Dayamaya.
Menurut Reza Permadi, selaku Tim Operasional Atourin, pada tahun 2019 terdapat 10 pemandu wisata di Natuna sudah memiliki lisensi, lebih berani melakukan self branding, dan mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi. Harapannya akan ada lebih banyak lagi pemandu wisata yang berlisensi.
Lihat Juga :