Transaksi Pasar Fintech Tumbuh Tinggi Imbas Lockdown
Sabtu, 05 Desember 2020 - 06:01 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan Studi Penilaian Cepat Pasar FinTech Global Covid- 19 menyatakan bahwa pembayaran Digital, Digital Savings, WealthTech, dan Digital Asset Exchanges secara global menunjukkan pertumbuhan di atas 20%.
Sementara sektor Digital Banking, Digital Identity, dan RegTech menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dengan sekitar 10%. Satu-satunya sektor yang melaporkan adanya penurunan selama periode yang sama adalah Digital Lending (pinjaman online), yang volume transaksinya turun rata-rata 8%.
"Pinjaman online, sama seperti pinjaman bank, bersifat procyclical yakni ketika siklus ekonomi menurun maka penyaluran kredit pasti ikut menurun," tulis laporan tersebut di Jakarta, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Bos BI Pede Kredit Bisa Tumbuh 9% di 2021 )
Adapun finTech yang memasilitasi pinjaman online juga melaporkan penurunan rata-rata 6% dalam hal pemberian pinjaman baru dan melaporkan kenaikan 9% pinjaman yang menunggak.
Hasil riset juga mencatat secara geografis, kawasan dengan pertumbuhan transaksi tertinggi adalah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) dengan 40%, Amerika Utara (21%), dan Afrika Sub-Sahara (21%).
"Hasil tersebut kontras dengan pertumbuhan transaksi sebesar 13% di Amerika Latin. Bahkan, studi tersebut menyiratkan pertumbuhan yang lebih lambat di Kawasan Eropa dan Asia-Pasifik," ungkap riset tersebut.
Sementara sektor Digital Banking, Digital Identity, dan RegTech menunjukkan pertumbuhan yang lebih rendah dengan sekitar 10%. Satu-satunya sektor yang melaporkan adanya penurunan selama periode yang sama adalah Digital Lending (pinjaman online), yang volume transaksinya turun rata-rata 8%.
"Pinjaman online, sama seperti pinjaman bank, bersifat procyclical yakni ketika siklus ekonomi menurun maka penyaluran kredit pasti ikut menurun," tulis laporan tersebut di Jakarta, Jumat (4/12/2020).
(Baca juga: Bos BI Pede Kredit Bisa Tumbuh 9% di 2021 )
Adapun finTech yang memasilitasi pinjaman online juga melaporkan penurunan rata-rata 6% dalam hal pemberian pinjaman baru dan melaporkan kenaikan 9% pinjaman yang menunggak.
Hasil riset juga mencatat secara geografis, kawasan dengan pertumbuhan transaksi tertinggi adalah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) dengan 40%, Amerika Utara (21%), dan Afrika Sub-Sahara (21%).
"Hasil tersebut kontras dengan pertumbuhan transaksi sebesar 13% di Amerika Latin. Bahkan, studi tersebut menyiratkan pertumbuhan yang lebih lambat di Kawasan Eropa dan Asia-Pasifik," ungkap riset tersebut.
Lihat Juga :