Kreasi Daur Ulang Sampah, Cara Bertahan di Tengah Pandemi
Kamis, 03 Desember 2020 - 01:30 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Tak hanya berdampak pada kesehatan, pandemi Covid-19 juga berimbas pada sendi ekonomi. Secara khusus, mereka yang berlatar belakang ekonomi bawah atau kaum marjinal. Ada yang harus kehilangan pekerjaan karena terkena PHK , usahanya tidak laku hingga gulung tikar, dan dampak lainnya.
Kesulitan itu juga dirasakan kepada anak-anak. Ketika orang tua harus kehilangan mata pencaharian, anak pun turut merasakan. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa memilih turun bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah demi kebutuhan hidup sehari-hari.
Hal itu diceritakan Ketua Yayasan Pulung Pinasti, Sulastri. Di antara hampir 400 anak yang bernaung di yayasan tersebut, ia mengaku banyak dari keluarga tak mampu dan merasakan dampak yang disebabkan pandemi.
“Mau enggak mau, mereka jadi ikut bantu orang tuanya. Harus ngorbanin waktunya bermain dan belajar juga,” tutur Sulastri dengan raut wajah sedih saat bercerita kepada SINDOnews, Rabu (2/12/2020).( Baca juga:PLN Berdayakan Korban PHK Terdampak Pandemi )
Sulastri sendiri juga merasakan imbas pandemi. Usianya yang sudah beranjak 67 tahun sudah tak mampu lagi banting tulang demi mencari sumber penghasilan. Apalagi, membantu kebutuhan anak yayasan seperti buku belajar, peralatan menulis, dan lainnya.
Bahkan, termasuk keperluan membeli masker hingga cairan pembersih tangan (hand sanitizer) demi mencegah penyebaran virus Corona terhadap anak-anak dan keluarga di sekitar yayasan yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara tersebut.
Kesulitan itu juga dirasakan kepada anak-anak. Ketika orang tua harus kehilangan mata pencaharian, anak pun turut merasakan. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa memilih turun bekerja membantu orang tuanya mencari nafkah demi kebutuhan hidup sehari-hari.
Hal itu diceritakan Ketua Yayasan Pulung Pinasti, Sulastri. Di antara hampir 400 anak yang bernaung di yayasan tersebut, ia mengaku banyak dari keluarga tak mampu dan merasakan dampak yang disebabkan pandemi.
“Mau enggak mau, mereka jadi ikut bantu orang tuanya. Harus ngorbanin waktunya bermain dan belajar juga,” tutur Sulastri dengan raut wajah sedih saat bercerita kepada SINDOnews, Rabu (2/12/2020).( Baca juga:PLN Berdayakan Korban PHK Terdampak Pandemi )
Sulastri sendiri juga merasakan imbas pandemi. Usianya yang sudah beranjak 67 tahun sudah tak mampu lagi banting tulang demi mencari sumber penghasilan. Apalagi, membantu kebutuhan anak yayasan seperti buku belajar, peralatan menulis, dan lainnya.
Bahkan, termasuk keperluan membeli masker hingga cairan pembersih tangan (hand sanitizer) demi mencegah penyebaran virus Corona terhadap anak-anak dan keluarga di sekitar yayasan yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara tersebut.
Lihat Juga :