Penurunan Cadangan Devisa Tak Perlu Dikhawatirkan

Senin, 07 Desember 2020 - 12:10 WIB
loading...
Penurunan Cadangan Devisa...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia sebesar USD133,6 miliar pada akhir November 2020. Jumlah tersebut mengalami penurunan yang tipis jika dibandingkan dengan posisi Oktober 2020 yang sebesar USD133,7 miliar.

Meski penurunannya tipis, ekonom Indef Bhima Yudistira menilai bahwa penurunan itu akan terus berlanjut hingga awal tahun depan. "Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa cadangan devisa akan terus menurun pada tahun 2021," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (7/12/2020). ( Baca juga:Turun Tipis, Cadangan Devisa Mampu Dukung Stabilitas Makroekonomi )

Menurut Bhima, penurunan cadev ini akan terjadi karena pembayaran cicilan pokok utang dan bunga utang di BUMN yang meningkat cukup tinggi di akhir tahun. Kedua cicilan itu bakal menyedot cadangan devisa yang ada.

"Pembayaran kewajiban pemerintah membuat cadev akan bisa turun di 2021, seiring utang yang naik tahun 2020 untuk pembayaran utang dan defisit APBN," bebernya. ( Baca juga:Tak Perlu Ragu! Vaksin Sinovac Ini Udah Teruji Secara Klinis )

Sementara itu, ekonom Core Piter Abdullah menilai turunnya cadangan devisa tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi turunnya sangat kecil.

"Dinamika cadev, naik atau turun adalah sebuah kewajaran dan bukan suatu isu. Cadev Akan Naik ketika penerimaan valas pemerintah lebih besar daripada pengeluaran. Demikian sebaliknya, menurun ketika pengeluaran valas Lebih besar daripada penerimaan," tandas Piter.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Intervensi Rupiah Kuras...
Intervensi Rupiah Kuras Cadangan Devisa Rp37 Triliun per Bulan, Sistem Keuangan Dinilai Tak Sehat
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rekomendasi
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved