Rumah di Bawah Rp1,5 Miliar Paling Banyak Dicari, Daya Beli Kembali?

Selasa, 08 Desember 2020 - 00:16 WIB
loading...
Rumah di Bawah Rp1,5...
Tren minat masyarakat untuk membeli rumah mulai kembali pulih. Kemampuan masyarakat membeli rumah mayoritas berada di level menengah atau pada harga maksimal Rp1,5 Miliar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tren minat masyarakat untuk membeli rumah mulai kembali pulih setelah merosot akibat pandemi covid19. Kemampuan masyarakat membeli rumah mayoritas berada di level menengah atau pada harga maksimal Rp1,5 Miliar.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan pihaknya memiliki data Rumah.com Consumer Sentiment Survey yang menunjukkan tren pencarian properti . Secara kisaran harga ditemukan tren pencarian terbesar di Rumah.com pada kisaran harga dari Rp300 Juta hingga Rp750 Juta. Porsi pencarian harga tersebut mencapai 25% dari total pencarian hunian di Rumah.com.

"Sementara bila diakumulasikan, jumlah pencarian hunian untuk kisaran harga di bawah Rp1,5 miliar porsinya mencapai 61%," ujar Marine dalam webinar di Jakarta.

(Baca Juga: Suku Bunga Turun Banyak Rumah Murah Mulai Dijual Pengembang )

Sementara data pencarian harga kisaran Rp1,5 Miliar hingga Rp4 Miliar memiliki porsi 22%. Di level paling atas atau di atas harga Rp4 miliar masih memiliki kemampuan dengan porsi 16%.

"Konsumen saat ini menunda transaksi properti hingga semester dua 2020 atau berlanjut ke 2021. Meskipun indeks harga kini turun terendah sejak 5 tahun terakhir tapi sudah ada tren naik di kuartal ketiga. Sehingga ini saat yang baik untuk pembelian rumah sebelum kembali normal," katanya.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) menunjukkan kenaikan indeks harga properti pada area-area yang dilintasi oleh jalur tol maupun kereta api. "Di Depok dan Tangerang Selatan misalnya, meski indeks harganya mengalami penurunan, namun beberapa kecamatan yang dilalui jalur kereta api dan tol mengalami kenaikan," katanya.

Saat indeks harga Depok kuartal III-2020 secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 2,61% secara tahunan, namun kecamatan-kecamatan yang dilewati dekat dengan jalur tol baru justru mengalami kenaikan. Seperti Cimanggis sebesar 9%, Limo 4%, dan Cinere 3%. Sementara itu, kelurahan Cinangka di Kecamatan Sawangan, Depok, mengalami kenaikan hingga 35%.

(Baca Juga: Siapa Bilang Daya Beli Merosot? Rumah Rp30 Miliar Ludes Terjual )

Sejumlah kecamatan di Tangerang Selatan yang berada di sekitar tol Cinere-Serpong juga mengalami kenaikan seperti Pondok Cabe sebesar 6%, Serpong 12%, dan Pamulang 19%. Sementara itu, pembangunan sarana transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) terus dikembangkan pemerintah dan menjadi penentu minat konsumen perumahan.

"Tersedianya sarana MRT, LRT, dan juga jalur komuter (KRL commuterline) menjadi daya tarik bagi konsumen properti di Jabodetabek," jelas Marine.

Seperti langkah perusahaan BUMN Adhi Commuter yang membangun 10 apartemen dengan bendera LRT City di sepanjang jalur LRT di Jabodetabek seiring pembangunan LRT yang masih berjalan. Sebelumnya pengembang BUMN Perumnas bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) lebih dulu mengembangkan tiga hunian berkonsep TOD di jalur KRL.

(Baca Juga: RI Kalah Jauh dari Negara Tetangga Soal Kontribusi Sektor Perumahan )

"Transportasi umum menjadi jauh lebih nyaman dan terkoneksi, ini membuat minat konsumen dalam membeli properti bergeser. Kini mereka tak lagi keberatan membeli properti di lokasi yang agak jauh dari Jakarta, asalkan dekat dengan transportasi umum seperti KRL, TransJakarta, ataupun LRT dan MRT," ujar Marine.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Kontribusi BRI untuk...
Kontribusi BRI untuk Program Rumah Subsidi Tembus Rp9,2 Triliun, Kuasai 54% Pasar Nasional
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Dukung Pembiayaan Perumahan,...
Dukung Pembiayaan Perumahan, BSI Targetkan Penyaluran KPP Rp1,2 Triliun
NavaPark Dorong Konsep...
NavaPark Dorong Konsep Healthy Lifestyle lewat Hunian Premium Berbasis Wellness
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Prabowo Panggil Menteri...
Prabowo Panggil Menteri Perumahan dan Dirut KAI, Bahas Hunian Layak Warga Bantaran Rel
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved