Sekolah Lapang Dukung Penyuluh Sebarluaskan Teknologi ke Petani
Selasa, 08 Desember 2020 - 11:05 WIB
loading...
Penetapan materi pembelajaran Sekolah Lapang (SL) secara partisipatif antara pemandu dan petani penerima manfaat proyek. (Foto: Dok. Pusluhtan)
A
A
A
JAKARTA - Sampai saat ini, sekolah lapang (SL) tetap jadi andalan bagi penyuluh pertanian menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian kepada petani. SL diharapkan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika saat ini maupun tantangan masa depan.
SL digelar oleh Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) . IPDMIP merupakan program di bidang irigasi, bertujuan mencapai keberlanjutan sistem irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota.
(Baca juga:Jakarta Selatan dan Purwakarta Kekurangan Penyuluh Pertanian)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyambut baik kegiatan SL oleh IPDMIP yang disusun mengacu siklus musim penghujan dan musim kemarau. “Pemerintah khususnya Kementan menyambut baik metode SL dari IPDMIP. Program ini mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi para petani dalam pengelolaan usaha tani,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga:Penyuluh Pertanian harus Aktif Input dan Update Data Petani)
SL digelar oleh Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) . IPDMIP merupakan program di bidang irigasi, bertujuan mencapai keberlanjutan sistem irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota.
(Baca juga:Jakarta Selatan dan Purwakarta Kekurangan Penyuluh Pertanian)
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyambut baik kegiatan SL oleh IPDMIP yang disusun mengacu siklus musim penghujan dan musim kemarau. “Pemerintah khususnya Kementan menyambut baik metode SL dari IPDMIP. Program ini mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi para petani dalam pengelolaan usaha tani,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/12/2020).
(Baca juga:Penyuluh Pertanian harus Aktif Input dan Update Data Petani)
Lihat Juga :