Ombudsman Sebut Ada Praktik Korupsi dengan Modus yang Lebih Canggih

Selasa, 08 Desember 2020 - 13:30 WIB
loading...
Ombudsman Sebut Ada...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih mengingatkan pemerintah untuk memperkuat pengawasan modus korupsi di beberapa kementerian dan lembaga. Diperkirakan ada praktik korupsi dengan modus yang lebih canggih dibandingkan yang terungkap di Kementerian Sosial dan KKP baru-baru ini. ( Baca juga:Presiden Serahkan 18 Nama Calon Anggota Ombudsman ke DPR, Ini Nama-namanya )

Dia mencontohkan beberapa yang berisiko dikorupsi, seperti program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ataupun bantuan benih dari Kementerian Pertanian. Sementara di Kementerian Perdagangan ada volume transaksi ekspor impor yang sangat masif. Berikutnya di Kementerian Kesehatan yang mengalihkan anggaran ke Kementerian Pertahanan terkait pengadaan alat kesehatan untuk Covid19.

"Kemungkinan ada modus korupsi yang lebih canggih dibandingkan bansos. Pemerintah harus mengawasi progresnya sampai mana dan memberikan peringatan dini. Jangan sampai ada OTT berikutnya," ujar Alamsyah dalam siaran live Market Review di IDX Channel hari ini (8/12/2020).

Menurutnya, dampak korupsi sangat besar dari sekedar tindakan memalukan diri dan keluarga koruptor. Lebih dari itu juga dampak besarnya adalah merusak kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

"Pemerintah harus betul-betul mengawasi dan memberikan peringatan dini. Jangan abaikan begitu saja," ujarnya. ( Baca juga:Menteri Teten Dorong Masjid Kembangkan Ekonomi Syariah )

Dirinya juga mengecam efek jera yang sangat lemah bagi para koruptor karena praktiknya terus berulang. Menurutnya itu karena lama masa penahanan koruptor terus menyusut setiap tahunnya. Selain itu juga kebijakan pemiskinan koruptor tidak dilakukan dengan maksimal.

"Efek jera sangat lemah. Secara matematis hasil korupsinya masih lebih besar dibandingkan hukuman. Hasilnya korupsi terus berulang," tegasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Suap, Ini Kata Purbaya
Purbaya soal KPK OTT...
Purbaya soal KPK OTT Pegawai Pajak di Banjarmasin: Pintu Masuk Pembenahan Sistem
Pegawai Pajak Terjaring...
Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK, Begini Respons DJP
Lelet Serap Anggaran,...
Lelet Serap Anggaran, Banyak Kementerian Kembalikan Anggaran ke Purbaya
Realisasi Belanja Pemerintah...
Realisasi Belanja Pemerintah Capai Rp1.109 Triliun per 24 November, Program Presiden Rp213 Triliun
Ada K/L Kembalikan Anggaran...
Ada K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun, Purbaya: Mereka 'Nyerah' Nggak Mau Belanja
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia 2026
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Rekomendasi
APDOVI Perkuat Kapasitas...
APDOVI Perkuat Kapasitas Dosen Vokasi untuk Cetak Lulusan Berkualitas
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Berita Terkini
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved