Ekonomi Mau Pingsan, Sri Mulyani Minta Akuntan Bantu Pulihkan Sektor Keuangan
Selasa, 08 Desember 2020 - 16:47 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani juga mengajak para akuntan untuk bersama-sama mengembalikan dan memulihkan ekonomi Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Koordinasi dan komunikasi antara akuntan dengan pembuat kebijakan pemerintah dinilai sangat penting dan harus beriringan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, akuntan bertujuan untuk menjaga penerapan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yaitu baik, kehati-hatian, akuntabel, dan transparan, sedangkan pemerintah bertujuan menjaga ekonomi tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
(Baca Juga: Sama-sama Tahan Diri, Sri Mulyani Pecut Perbankan dan Korporasi )
Menkeu juga mengajak para akuntan untuk bersama-sama mengembalikan dan memulihkan ekonomi Indonesia . Pada acara yang digelar virtual tersebut, Menkeu memberikan gambaran keterkaitan antara kebijakan yang diambil pemerintah di tengah pandemi dengan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh IAI.
"Ajakan ini bertujuan untuk membangun pondasi yang kuat dan baru, meliputi pondasi tata kelola, pondasi standar keuangan, dan pondasi tingkah laku sehingga dapat menangani risiko moral pengelolaan keuangan. Namun tidak menjadi ketakutan untuk menggerakkan ekonomi," kata Menkeu Sri Mulyani dalam acara virtual Business, Finance, and Accounting Conference yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Selasa (8/12/2020).
Adanya Covid-19 terang dia telah membuat, sektor keuangan terutama perbankan mengalami tekanan yang luar biasa. Selain perbankan harus melakukan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, mereka melihat risiko kredit melonjak tinggi dan pertumbuhan kredit menurun hampir di level 0% atau negatif.
Menyadari bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang luar biasa dan memiliki dilema antara memberikan jaminan perlindungan dengan risiko moral, maka pemerintah merasa perlu bagi IAI untuk melihat tantangan pengelolaan ekonomi Indonesia yang pandemi ini.
(Baca Juga: Rayu Investor AS, Sri Mulyani: Indonesia Negara Tepat untuk Investasi )
(Baca Juga: Sama-sama Tahan Diri, Sri Mulyani Pecut Perbankan dan Korporasi )
Menkeu juga mengajak para akuntan untuk bersama-sama mengembalikan dan memulihkan ekonomi Indonesia . Pada acara yang digelar virtual tersebut, Menkeu memberikan gambaran keterkaitan antara kebijakan yang diambil pemerintah di tengah pandemi dengan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh IAI.
"Ajakan ini bertujuan untuk membangun pondasi yang kuat dan baru, meliputi pondasi tata kelola, pondasi standar keuangan, dan pondasi tingkah laku sehingga dapat menangani risiko moral pengelolaan keuangan. Namun tidak menjadi ketakutan untuk menggerakkan ekonomi," kata Menkeu Sri Mulyani dalam acara virtual Business, Finance, and Accounting Conference yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Selasa (8/12/2020).
Adanya Covid-19 terang dia telah membuat, sektor keuangan terutama perbankan mengalami tekanan yang luar biasa. Selain perbankan harus melakukan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, mereka melihat risiko kredit melonjak tinggi dan pertumbuhan kredit menurun hampir di level 0% atau negatif.
Menyadari bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang luar biasa dan memiliki dilema antara memberikan jaminan perlindungan dengan risiko moral, maka pemerintah merasa perlu bagi IAI untuk melihat tantangan pengelolaan ekonomi Indonesia yang pandemi ini.
(Baca Juga: Rayu Investor AS, Sri Mulyani: Indonesia Negara Tepat untuk Investasi )
Lihat Juga :