Faktor yang Wajib Diketahui sebelum Investasi Tanah

Selasa, 08 Desember 2020 - 23:43 WIB
loading...
Faktor yang Wajib Diketahui...
Masyarakat diminta cermat untuk menentukan lahan yang akan dijadikan investasi. (Foto: Dok/Pinterest)
A A A
JAKARTA - SETIAP melakukan investasi tentu mengharapkan tingkat pengembalian (return) tidak terkecuali dalam investasi properti, baik dengan membeli rumah ataupun lahan.

Tetapi faktanya, return bisa menjadi positif alias untung atau menjadi negatif alias rugi. Jika berniat investasi lahan, kriteria apa yang dipakai agar investasi ini tidak merugikan.

Pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghada menjelaskan, membeli lahan kosong (tanah) lebih banyak risikonya dibandingkan membeli rumah. Membeli tanah bisa dilakukan dengan membeli kaveling dari developer atau membeli lahan yang dijual secara perseorangan.

"Yang harus diingat, membeli tanah yang bukan dari developer tidak akan bisa mendapat bantuan dana dari bank," ungkapnya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta (08/12/2020).

Karena bank akan memberi dana jika sudah ada bangunannya, bukan hanya mengandalkan adanya sertifikat saja. Ali menambahkan, bisa-bisa pegang sertifikat tapi tanahnya sudah diduduki orang lain.

Meski mendapatkan harga yang murah, investasi yang salah bisa mendatangkan kerugian. Karena itu, perlu biaya mahal untuk mengeksekusi lahan. Karenanya, legalitas tanah perlu dipastikan apakah tanah itu dalam sengketa atau tidak.

"Membeli tanah dari pengembang lebih terjamin legalitasnya. Selain itu, sebelum membeli periksa regulasi yang berlaku. Setiap membeli tanah, cek ke Dinas Tata Kota lihat peruntukan tanahnya apakah untuk tempat pemukiman atau zoning usaha," tegasnya.

Jika Anda ingin mengembangkan lahan tersebut menjadi bangunan sentra niaga, maka pastikan bahwa zoning lahan bukan untuk permukiman. Bila salah peruntukkan, maka dipastikan Anda tidak bisa mendirikan bangunan untuk perniagaan di sana.

"Jadi dalam membangun lahan bukan apa yang kita mau tetapi harus dilihat dahulu peruntukannya dan apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan keuntungan dari investasi tanah," tutur Ali.

Ali memberi contoh, seperti yang dilakukan oleh pengembang pada umumnya, misalnya ingin membangun sebuah ruko, maka di lokasi tersebut minimal harus udah ada 50 rumah terbangun, ataupun jika ingin dibangun hunian pastikan infrastruktur dan transportasi publik memadai.
(wan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved