Terungkap Alasan Pemerintah Pakai TKA China Garap Proyek Infrastruktur

Senin, 17 Januari 2022 - 20:00 WIB
loading...
Terungkap Alasan Pemerintah...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Keberadaan tenaga kerja asing atau TKA di Indonesia kerap menjadi sorotan dan tak jarang menimbulkan polemik. Dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di era pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) , keberadaan TKA China di Tanah Air tak terelakkan, terutama dalam pengerjaan proyek-proyek kerja sama RI-China.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, alasan Indonesia bekerja sama dengan TKA China atau Tiongkok adalah hal yang saling menguntungkan dari segi kemajuan bangsa. Hal lainnya adalah kemudahan dalam menjalin kerja sama untuk mendatangkan TKA China tersebut.

Baca juga: Soal Maju Jadi Presiden, Luhut: Rasanya Tak Mungkin Kalau Bukan Orang Jawa

“Kita kan butuh orang yang kompeten, teknologi yang lebih canggih. Kalau kita tanya pengusaha-pengusaha besar, kenapa Tiongkok? Semua pasti bilang, ya yang paling mudah deal ya Tiongkok,” kata Luhut dalam program talkshow secara virtual, dikutip Senin (17/1/2022).

Meski begitu, Luhut mengatakan Indonesia dan China memiliki hubungan diplomasi yang baik antar presiden untuk saling mendukung dalam menyelesaikan proyek-proyek.

“Ini tapi yang penting Indonesia ya tidak bisa dan tidak pernah didikte oleh negara mana-mana, jadi kita yang atur,” tandas pria kelahiran 28 September 1947.

Baca juga: Tinjau Kereta Cepat, Jokowi: Juni 2023 Kita Operasionalkan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Rekomendasi
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved