Kang Emil Antisipasi Krisis Pangan, Jangan Ada Lagi Petani Sulit dapat Pinjaman Bank
Jum'at, 11 Desember 2020 - 01:14 WIB
loading...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) meminta perbankan ikut terlibat mengantisipasi terjadinya kritis pangan dengan lebih ekspansif menyalurkan pembiayaan sektor pertanian. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) meminta perbankan ikut terlibat mengantisipasi terjadinya krisis pangan dengan lebih ekspansif menyalurkan pembiayaan sektor pertanian. Langkah tersebut diharapkan mendorong produktivitas sektor pertanian di Jabar.
Menurut dia, produktivitas sektor pertanian khususnya Jawa Barat masih rendah. Ini terlihat dari masih bergantungnya Indonesia terhadap produk pertanian impor. Sementara, bukan tidak mungkin pada tahun depan Jawa Barat akan krisis pangan akibat dikuranginya volume ekspor pangan dari sejumlah negara seperti Vietnam.
"Perbankan harus mendukung penuh revolusi pangan," kata Emil saat meluncurkan West Java Food & Agriculture Summit 2020 yang digelar Bank Indonesia di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (10/12).
(Baca Juga: RI Terancam Kelaparan, Ekonom: No Way! )
Emil meminta perbankan agar lebih aktif turun ke kawasan pertanian untuk memberi pinjaman modal bagi petani. Jangan ada lagi, kata dia, petani sulit untuk mendapat pinjaman modal dari perbankan.
Menurut dia, produktivitas sektor pertanian khususnya Jawa Barat masih rendah. Ini terlihat dari masih bergantungnya Indonesia terhadap produk pertanian impor. Sementara, bukan tidak mungkin pada tahun depan Jawa Barat akan krisis pangan akibat dikuranginya volume ekspor pangan dari sejumlah negara seperti Vietnam.
"Perbankan harus mendukung penuh revolusi pangan," kata Emil saat meluncurkan West Java Food & Agriculture Summit 2020 yang digelar Bank Indonesia di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (10/12).
(Baca Juga: RI Terancam Kelaparan, Ekonom: No Way! )
Emil meminta perbankan agar lebih aktif turun ke kawasan pertanian untuk memberi pinjaman modal bagi petani. Jangan ada lagi, kata dia, petani sulit untuk mendapat pinjaman modal dari perbankan.
Lihat Juga :