Tenang! Libur Akhir Tahun, ATM Mandiri Bakal Digerojok Duit Rp15,1 Triliun
Jum'at, 11 Desember 2020 - 17:47 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp15,1 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Desember 2020, termasuk periode libur Natal dan libur Tahun Baru 2021 . Alokasi tersebut turun 8,2% dari periode tahun lalu, terutama karena dampak pandemi yang diperkirakan akan mengurangi belanja masyarakat pada periode tersebut.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As. Aturridha menjelaskan, alokasi uang tunai tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan penarikan tunai masyarakat di mesin-mesin Mandiri ATM. “Kami melihat faktor pembatasan sosial dan kampanye di rumah aja untuk menekan penyebaran virus corona akan membuat masyarakat lebih memilih untuk bertransaksi secara non tunai. Namun demikian, kebutuhan akan uang tunai tetap ada untuk transaksi retail yang belum menggunakan alat pembayaran non tunai, seperti saat membeli makanan atau minuman di warung,” katanya di Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Baca Juga: Top 16 Bank Paling Cuan Tahun Ini, BCA Terkece Guys!
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi puncak kenaikan transaksi nasabah yang diperkirakan pada 16-31 Desember sehingga akan dilakukan optimalisasi limit pengisian mesin ATM pada periode tersebut. “Frekuensi perawatan mesin atau preventive maintenance pun kami tambah pada periode libur tersebut agar mesin ATM selalu siap melayani kebutuhan nasabah, dengan fokus pada rest area, pusat perbelanjaan, hotel, bandara, stasiun, pelabuhan, SPBU, gereja dan tempat wisata,” kata Rudi.
(BACA JUGA : Menteri Agraria dan Tata Ruang: Mafia Tanah Indonesia Luar Biasa! )
Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As. Aturridha menjelaskan, alokasi uang tunai tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan penarikan tunai masyarakat di mesin-mesin Mandiri ATM. “Kami melihat faktor pembatasan sosial dan kampanye di rumah aja untuk menekan penyebaran virus corona akan membuat masyarakat lebih memilih untuk bertransaksi secara non tunai. Namun demikian, kebutuhan akan uang tunai tetap ada untuk transaksi retail yang belum menggunakan alat pembayaran non tunai, seperti saat membeli makanan atau minuman di warung,” katanya di Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Baca Juga: Top 16 Bank Paling Cuan Tahun Ini, BCA Terkece Guys!
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi puncak kenaikan transaksi nasabah yang diperkirakan pada 16-31 Desember sehingga akan dilakukan optimalisasi limit pengisian mesin ATM pada periode tersebut. “Frekuensi perawatan mesin atau preventive maintenance pun kami tambah pada periode libur tersebut agar mesin ATM selalu siap melayani kebutuhan nasabah, dengan fokus pada rest area, pusat perbelanjaan, hotel, bandara, stasiun, pelabuhan, SPBU, gereja dan tempat wisata,” kata Rudi.
(BACA JUGA : Menteri Agraria dan Tata Ruang: Mafia Tanah Indonesia Luar Biasa! )
Lihat Juga :