Pengusaha Minta Bayari Biaya Vaksin buat Karyawannya
Selasa, 15 Desember 2020 - 17:35 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Para pelaku usaha berharap pemerintah bersedia menanggung biaya vaksinasi Covid-19 bagi karyawan perusahaan yang tidak termasuk kelompok masyarakat prioritas penerima vaksin atau vaksin mandiri yang tidak ditanggung oleh negara.
Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono berharap, perusahaan tidak lagi dibebankan biaya lainnya sebab saat ini banyak perusahaan Indonesia yang tidak sanggup menanggung vaksinasi bagi karyawan akibat dampak gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19. ( Baca juga:Kementerian BUMN Ajak Pengusaha Gotong Royong Beli Vaksin untuk Karyawannya )
"Kami berharap bisa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Tapi tentu kita lihat bagaimana pembicaraan lebih lanjut dan kemungkinan yang tentu tidak memberatkan," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (15/12/2020).
Sutrisno melanjutkan, Indonesia sampai saat ini masih berada pada gelombang pertama karena kasus positif Covid-19 belum menunjukkan penurunan. Sementara negara lain sudah ada yang sampai gelombang ketiga.
Kondisi harus diwaspadai agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski pendistribusian vaksin menjadi angin segar bagi dunia usaha.
Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono berharap, perusahaan tidak lagi dibebankan biaya lainnya sebab saat ini banyak perusahaan Indonesia yang tidak sanggup menanggung vaksinasi bagi karyawan akibat dampak gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19. ( Baca juga:Kementerian BUMN Ajak Pengusaha Gotong Royong Beli Vaksin untuk Karyawannya )
"Kami berharap bisa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Tapi tentu kita lihat bagaimana pembicaraan lebih lanjut dan kemungkinan yang tentu tidak memberatkan," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (15/12/2020).
Sutrisno melanjutkan, Indonesia sampai saat ini masih berada pada gelombang pertama karena kasus positif Covid-19 belum menunjukkan penurunan. Sementara negara lain sudah ada yang sampai gelombang ketiga.
Kondisi harus diwaspadai agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski pendistribusian vaksin menjadi angin segar bagi dunia usaha.
Lihat Juga :