Implementasikan GCG, KBI Terapkan Transformasi Akhlak
Rabu, 16 Desember 2020 - 16:51 WIB
loading...
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas IndonesiA. FOTO/dok.KBI
A
A
A
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) kedalam kegiatan korporasi sehari-hari. Tata kelola yang baik dilakukan melalui transformasi akhlak yang baik seluruh sumber daya manusia (SDM).
"Transformasi human capital untuk membentuk SDM yang berkompentensi dan berakhlak sangat penting untuk implementasi serta membudayakan prinsip Good Corporate Governance," ujar Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Raih Penghargaan, BUMN PT KBI Fokus Pekerjakan Kalangan Milenia L
Menurut dia tantangan bagi korporasi yang sebenarnya adalah bagaimana membumikan prinsip-prinsip GCG. Untuk itu, Sumber Daya Manusia dituntut tidak sekedar memahami prinsip-prinsip GCG, tapi juga harus mampu menjalankan. Selanjutnya yang menjadi tantangan bagi korporasi adalah membumikan dan membudayakan prinsip-prinsip GCG dalam kegiatan bisnis. Terkait penyiapan sumber daya manusia, KBI telah melakukan proses transformasi human capital sejak beberapa tahun yang lalu. "Proses Transformasi human capital ini merupakan bagian dari sebuah proses transformasi korporasi yang dilakukan KBI, dalam upaya menjadi perusahaan yang lincah dalam menghadapai era VUCA dan disrupsi," kata dia.
Dia menambahkan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG serta membudayakan dalam kegiatan operasional sehari-hari tidak hanya dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi tapi juga memiliki akhlak. Untuk itu KBI juga telah menerapkan Core Value BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) dalam pengembangan sumber daya manusia, salah satunya adalah dengan mengadopsi nilai-nilai akhlak kedalam penilaian karyawan (Individual Behavior Appraisal). "Pemahaman tentang AKHLAK ini tentunya sangat penting, untuk menjadikan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi, tapi mereka juga memiliki Akhlak yang baik. Selain itu, Internalisasi AKHLAK merupakan bagian dari upaya KBI untuk memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dapat berjalan dengan baik dan benar," kata dia.
"Transformasi human capital untuk membentuk SDM yang berkompentensi dan berakhlak sangat penting untuk implementasi serta membudayakan prinsip Good Corporate Governance," ujar Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Raih Penghargaan, BUMN PT KBI Fokus Pekerjakan Kalangan Milenia L
Menurut dia tantangan bagi korporasi yang sebenarnya adalah bagaimana membumikan prinsip-prinsip GCG. Untuk itu, Sumber Daya Manusia dituntut tidak sekedar memahami prinsip-prinsip GCG, tapi juga harus mampu menjalankan. Selanjutnya yang menjadi tantangan bagi korporasi adalah membumikan dan membudayakan prinsip-prinsip GCG dalam kegiatan bisnis. Terkait penyiapan sumber daya manusia, KBI telah melakukan proses transformasi human capital sejak beberapa tahun yang lalu. "Proses Transformasi human capital ini merupakan bagian dari sebuah proses transformasi korporasi yang dilakukan KBI, dalam upaya menjadi perusahaan yang lincah dalam menghadapai era VUCA dan disrupsi," kata dia.
Dia menambahkan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG serta membudayakan dalam kegiatan operasional sehari-hari tidak hanya dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi tapi juga memiliki akhlak. Untuk itu KBI juga telah menerapkan Core Value BUMN yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) dalam pengembangan sumber daya manusia, salah satunya adalah dengan mengadopsi nilai-nilai akhlak kedalam penilaian karyawan (Individual Behavior Appraisal). "Pemahaman tentang AKHLAK ini tentunya sangat penting, untuk menjadikan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi, tapi mereka juga memiliki Akhlak yang baik. Selain itu, Internalisasi AKHLAK merupakan bagian dari upaya KBI untuk memastikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dapat berjalan dengan baik dan benar," kata dia.
Lihat Juga :