Pengamat Sebut Kedatangan Vaksin Belum Berdampak ke Sektor Riil
Kamis, 17 Desember 2020 - 00:01 WIB
loading...
Petugas menurunkan kontainer berisi vaksin Covid-19 dari pesawat, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020). Foto/Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Vaksin Covid-19 asal China sebanyak 1,2 juta dosis telah mendarat di Indonesia pada 6 Desember 2020. Banyak harapan masyarakat agar pandemi segera berakhir seiring tersedianya vaksin di Tanah Air.
Namun, menurut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah, kedatangan vaksin belum berdampak secara nyata ke perekonomian Indonesia. Vaksin tersebut hanya berdampak ke persepsi atau sentimen yang kemudian mempengaruhi pasar keuangan.
Mereka yang berinvestasi di pasar keuangan pada umumnya sudah menerawang jauh ke depan, di mana mereka mem-price in apa yang terjadi ke depan mereka bawa sekarang.
(Baca juga: Duit Bansos Buat Bancakan, Sri Mulyani Ubah Penyaluran via Online )
"Mereka sudah memperkirakan dengan adanya vaksin maka ekonomi akan membaik pada tahun depan sehingga mereka sekarang investasi dulu di pasar keuangan. Saham-saham yang tadinya jatuh di kuartal II dan III itu mereka beli. Itulah yang menyebabkan pasar keuangan terjadi kenaikan yang luar biasa," ujar Piter saat diskusi online di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Namun, menurut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah, kedatangan vaksin belum berdampak secara nyata ke perekonomian Indonesia. Vaksin tersebut hanya berdampak ke persepsi atau sentimen yang kemudian mempengaruhi pasar keuangan.
Mereka yang berinvestasi di pasar keuangan pada umumnya sudah menerawang jauh ke depan, di mana mereka mem-price in apa yang terjadi ke depan mereka bawa sekarang.
(Baca juga: Duit Bansos Buat Bancakan, Sri Mulyani Ubah Penyaluran via Online )
"Mereka sudah memperkirakan dengan adanya vaksin maka ekonomi akan membaik pada tahun depan sehingga mereka sekarang investasi dulu di pasar keuangan. Saham-saham yang tadinya jatuh di kuartal II dan III itu mereka beli. Itulah yang menyebabkan pasar keuangan terjadi kenaikan yang luar biasa," ujar Piter saat diskusi online di Jakarta, Rabu (16/12/2020).
Lihat Juga :