Suku Bunga Acuan Bertahan di Level Rendah, Ekonomi RI Bakal Ngegas

Jum'at, 18 Desember 2020 - 08:45 WIB
loading...
Suku Bunga Acuan Bertahan...
Ekonom menilai, suku bunga acuan Bank Indonesia ditahan diyakini ini akan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia lebih cepat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai, suku bunga acuan Bank Indonesia ditahan diyakini ini akan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia lebih cepat. Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,75%.

"Saya Kira pasar akan merespons positif karena suku bunga saat ini cukup rendah, cukup untuk mensupport pemulihan ekonomi ke depan," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.

(Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Terendah Sepanjang Sejarah di Angka 3,75% )

Kata dia, kalau BI menurunkan lagi justru akan direspons negatif, lantaran memberikan sinyal bahwa perekonomian belum on the tracks pemulihan. "Ini masih membutuhkan support dari kebijakan moneter," bebernya.

Lalu, Ekonom Indef Nailul Huda menilai, Bank Indonesia harus mampu mengeluarkan lagi keberanian untuk mengeluarkan kebijakan untuk mengerek pertumbuhan kredit pada awal tahun. Terang dia ditahannya suku bunga cukup tepat mengingat bulan kemari sudah turun.

(Baca Juga: BI Beberkan Alasan Tahan Suku Bunga di Level 3,75% )

"Jadi penahanan suku bunga acuan membuat keseimbangan sektor fiskal dan moneter menjadi lebih kuat," ungkap Huda.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Polda Metro: Penetapan...
Polda Metro: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dapat Dipertanggungjawabkan Secara Hukum
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved