Tahun Depan Pandemi Belum Surut, Siapkan Dana Darurat yang Cukup
Kamis, 24 Desember 2020 - 21:07 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja mengajak masyarakat belajar dari pengalaman di tahun 2020. Salah satu yang harus diperhatikan adalah arus kas dan pos-pos pengeluaran. Apa saja yang berubah, mana yang meningkat, dan mana yang bisa dihemat.
"Di tahun 2020, biaya transportasi boleh jadi berkurang drastis. Lalu juga belanja gaya hidup , seperti berlibur, ke kafe, atau beli tas dan sepatu bermerek. Namun ada juga peningkatan signifikan di pengeluaran listrik dan internet. Begitu juga anggaran kesehatan belanja vitamin, masker, dan hand sanitizer," ujar Freddy hari ini (24/12) di Jakarta.
Perubahan pola ini menurut dia, membuat arus kas di tahun 2020 menjadi jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan kita harus sigap beradaptasi. Bila kita dapat menyadari dan berubah dengan cepat, akan sangat bagus sekali. ( Baca juga:Ada Tiga Syarat Bank Syariah Indonesia Bisa Optimal Membawa Berkah )
"Namun masih ada yang bingung mengidentifikasi pendapatan dan pengeluarannya. Pandemi ini menyadarkan kita untuk secepatnya memperhatikan arus kas. Ini adalah fondasi dari perencanaan keuangan," ujarnya.
Menurut dia ada faktor yang bisa memengaruhi tercapainya resolusi keuangan seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal. Pandemi jelas menjadi faktor eksternal, sementara resolusi keuangan dengan kaidah STR (spesifik, terukur, realistis) adalah faktor internal yang sepenuhnya dalam kendali kita. Jika masih menerima gaji secara penuh dan tepat waktu, maka seharusnya ini tidak menjadi penghalang.
"Di tahun 2020, biaya transportasi boleh jadi berkurang drastis. Lalu juga belanja gaya hidup , seperti berlibur, ke kafe, atau beli tas dan sepatu bermerek. Namun ada juga peningkatan signifikan di pengeluaran listrik dan internet. Begitu juga anggaran kesehatan belanja vitamin, masker, dan hand sanitizer," ujar Freddy hari ini (24/12) di Jakarta.
Perubahan pola ini menurut dia, membuat arus kas di tahun 2020 menjadi jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan kita harus sigap beradaptasi. Bila kita dapat menyadari dan berubah dengan cepat, akan sangat bagus sekali. ( Baca juga:Ada Tiga Syarat Bank Syariah Indonesia Bisa Optimal Membawa Berkah )
"Namun masih ada yang bingung mengidentifikasi pendapatan dan pengeluarannya. Pandemi ini menyadarkan kita untuk secepatnya memperhatikan arus kas. Ini adalah fondasi dari perencanaan keuangan," ujarnya.
Menurut dia ada faktor yang bisa memengaruhi tercapainya resolusi keuangan seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal. Pandemi jelas menjadi faktor eksternal, sementara resolusi keuangan dengan kaidah STR (spesifik, terukur, realistis) adalah faktor internal yang sepenuhnya dalam kendali kita. Jika masih menerima gaji secara penuh dan tepat waktu, maka seharusnya ini tidak menjadi penghalang.
Lihat Juga :