Kereta Tanpa Awak Sulit Dioperasikan di Kota Besar, Ini Alasannya

Minggu, 18 Agustus 2024 - 12:55 WIB
loading...
Kereta Tanpa Awak Sulit...
Kurangnya Tertib Lalu Lintas Buat Kereta Tanpa Awak Sulit Diterapkan.Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan setidaknya ada beberapa kendala yang membuat penerapan trem otonom atau kereta tanpa awak sulit diterapkan di kota-kota besar. Meskipun memiliki nilai investasi yang lebih murah jika dibandingkan dengan LRT maupun MRT.

Djoko menyebut, selain aspek badan jalar yang membutuhkan kapasitas lebar untuk menerapkan Kereta Tanpa Awak di kota-kota, ternyata ada ongkos sosial yang tidak murah jika trem otonom diterapkan.

Baca Juga : Jokowi Bandingkan Investasi Kereta Tanpa Rel China di IKN dengan LRT dan MRT, Apakah Sama?

"Tahun 2021, BKT Kemenhub sudah melakukan kajian rencana penerapan Tram Otonom di 3 kota, yakni Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. Bisa menimbulkan masalah sosial baru," ujar Djoko kepada SINDOnews, Minggu (18/8/2024).

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan aspek ketertiban para pengguna jalan juga menjadi pertimbangan besar untuk menerampak moda transportasi tanpa awak di Kota-kota besar. Sebab trek trem otonom sendiri akan bercampur di jalan raya dengan para pengendara lain.

Belum lagi, menurutnya perusahaan trem otonom saat ini merupakan badan usaha asing. Hal ini tentu akan memberikan dampak terhadap para pelaku usaha di sektor transportasi darat perkotaan untuk berebut pasar yang lebih ketat.

"Jadi lebih murah dengan bus, terserah mau bus listrik atau BBM. Operator eksisting masih bisa menjadi operator baru. Kalau diadakan Trem otonom, operator lokal tidak bisa menjadi operator TO," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
MPMRent Perkuat Green...
MPMRent Perkuat Green Mobility lewat Layanan Transportasi Terintegrasi
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Rekomendasi
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved