Kementerian ESDM Kejar Target Energi Bersih dengan Cofiring Biomassa
Kamis, 31 Desember 2020 - 11:40 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, metode cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tentunya akan berdampak positif dalam pencapaian kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT).
Di dalam Kebijakan Energi Nasional telah ditetapkan target pemanfaatan energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 sehingga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pemangku kepentingannya untuk bisa merealisasikannya. ( Baca juga:Lagi, Dua Pembangkit PLN Campuran Sampah Resmi Beroperasi )
"Dengan capaian di 2020 ini kurang lebih 11%, maka PR kita untuk mencapai target tersebut masih cukup besar dan diperlukan berbagai terobosan dan inovasi untuk akselerasinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/12/2020).
Dia melanjutkan, substitusi energi merupakan upaya yang mudah, cepat dan murah. Apalagi di masa pandemi covid ini, ketika permintaan atas energi menurun dan ketersediaan dana untuk investasi juga terbatas, upaya substitusi energi untuk jangka pendek dan menengah menjadi pilihan yang cerdas.
"Cofiring biomasa pada PLTU bukanlah langkah baru. Banyak negara-negara di luar yang sudah berhasil meng'hijau'kan PLTUnya dengan program cofiring biomassa, bahkan hingga 100% PLTU digantikan dengan biomasa," ungkapnya.
Di dalam Kebijakan Energi Nasional telah ditetapkan target pemanfaatan energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 sehingga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pemangku kepentingannya untuk bisa merealisasikannya. ( Baca juga:Lagi, Dua Pembangkit PLN Campuran Sampah Resmi Beroperasi )
"Dengan capaian di 2020 ini kurang lebih 11%, maka PR kita untuk mencapai target tersebut masih cukup besar dan diperlukan berbagai terobosan dan inovasi untuk akselerasinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/12/2020).
Dia melanjutkan, substitusi energi merupakan upaya yang mudah, cepat dan murah. Apalagi di masa pandemi covid ini, ketika permintaan atas energi menurun dan ketersediaan dana untuk investasi juga terbatas, upaya substitusi energi untuk jangka pendek dan menengah menjadi pilihan yang cerdas.
"Cofiring biomasa pada PLTU bukanlah langkah baru. Banyak negara-negara di luar yang sudah berhasil meng'hijau'kan PLTUnya dengan program cofiring biomassa, bahkan hingga 100% PLTU digantikan dengan biomasa," ungkapnya.
Lihat Juga :