Kementerian ESDM Kejar Target Energi Bersih dengan Cofiring Biomassa
Kamis, 31 Desember 2020 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Ke depan, pemerintah juga akan berupaya untuk bisa mengurangai PLTU-PLTU eksisting untuk digantikan dengan pembangkit-pembangkit yang lebih bersih.
Dadan berharap program cofiring dilaksanakan secara berkelanjutan dan semua pihak dapat turut menyukseskan program cofiring ini. "Kita tidak berharap program ini hanya berjalan sebentar, presentase campuran biomassa juga harus terus ditingkatkan. Untuk itu, sisi hulu penyediaan feedstock-nya harus sama-sama kita bangun dan kita kembangkan dengan baik," pungkasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi telah menyusun rencana aksi dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk PLN, antara lain penyelesaian roadmap pengembangan cofiring biomassa termasuk penentuan skala prioritas klaster PLTU. ( Baca juga:Canda Ala Sufi: Perintah Itu Mudah, Tetapi Pelaksanaannya Sulit )
Kemudian membentuk tim teknis yang bertugas untuk pendampingan dan monitoring pada pelaksanaan implementasi komersial cofiring biomassa. Terutama, terkait pasokan bahan baku dan skema bisnis; menyusun RSNI pelet biomassa dan bahan bakar jumputan padat, diharapkan menjadi SNI pada Desember 2020.
Selanjutnya, menyusun Permen ESDM implementasi cofiring yang ditargetkan selesai pada 2021; dan membangun ekosistem listrik kerakyatan dengan melibatkan BUMDes serta meningkatkan kerja sama dengan KL terkait lain untuk menyukseskan program cofiring.
Dadan berharap program cofiring dilaksanakan secara berkelanjutan dan semua pihak dapat turut menyukseskan program cofiring ini. "Kita tidak berharap program ini hanya berjalan sebentar, presentase campuran biomassa juga harus terus ditingkatkan. Untuk itu, sisi hulu penyediaan feedstock-nya harus sama-sama kita bangun dan kita kembangkan dengan baik," pungkasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi telah menyusun rencana aksi dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk PLN, antara lain penyelesaian roadmap pengembangan cofiring biomassa termasuk penentuan skala prioritas klaster PLTU. ( Baca juga:Canda Ala Sufi: Perintah Itu Mudah, Tetapi Pelaksanaannya Sulit )
Kemudian membentuk tim teknis yang bertugas untuk pendampingan dan monitoring pada pelaksanaan implementasi komersial cofiring biomassa. Terutama, terkait pasokan bahan baku dan skema bisnis; menyusun RSNI pelet biomassa dan bahan bakar jumputan padat, diharapkan menjadi SNI pada Desember 2020.
Selanjutnya, menyusun Permen ESDM implementasi cofiring yang ditargetkan selesai pada 2021; dan membangun ekosistem listrik kerakyatan dengan melibatkan BUMDes serta meningkatkan kerja sama dengan KL terkait lain untuk menyukseskan program cofiring.
(uka)
Lihat Juga :