Banyak Peluang Usaha di 2021
Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:28 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini sudah ada 13.000 petani yang masuk dalam ekosistem Inacom," kata pemuda berusia 23 tahun itu. Selain memasok kebutuhan domestik, kelapa maupun produk turunannya itu juga di ekspor ke 9 negara di dunia dengan pasar paling besar Timur Tengah. Menurut Yusuf, di Indonesia regenerasi petani berjalan lambat. Meskipun sekarang tagline petani milenial mulai booming sejak dua tahun terakhir, mereka belum menguasai "rantai distribusi. “Nah yang menjadi peluang ini di rantai distribusinya," sebut dia.
Berbagai peluang usaha yang ada mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khususnya bagi masyarakat yang ingin menggeluti sektor usaha kecil menengah (UKM). Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Eddy Satriya menjelaskan, tahun 2021 ada tiga prioritas, yakni transformasi UKM informal menjadi formal. Kedua masih terus melakukan digitalisasi UKM. Terakhir, bagaimana mempercepat UKM dan koperasi masuk rantai pasok nasional regional, juga internasional.
Pemerintah ingin semua UKM terdaftar dan diketahui pemerintah mulai dari pemilik hingga jenis usahanya. "Kami ingin mereka bertransformasi bukan semata-mata hanya agar mereka dapat diatur atau juga ingin mendapatkan tambahan pajak, namun tujuannya untuk melindungi mereka dan memberikan rasa aman dalam berwirausaha, juga berintegrasi dengan data nasional," urainya.
Tentu agar pemerintah juga dengan mudah dan tepat saat harus memberikan bantuan. Transformasi ini sejalan dengan Undang-Undang Cipta Kerja No 11 Tahun 2020. Dia menegaskan, untuk para UKM informal ini bukan cuma kebijakan yang harus hadir, tetapi juga pendampingan untuk mereka dalam rangka memberikan perlindungan, kemudahan mendapat legalitas usaha (NIP), dan memfasilitasi perizinan berupa SNI, sertifikasi halal, dan izin edar.
Langkah selanjutnya melakukan integrasi ekosistem digital ini agar dapat dilakukan dengan literasi digital tentang meningkatkan pemahaman perihal digitalisasi oleh sektor informal ini. Pemerintah sudah bekerja sama dengan berbagai aplikasi e-commerce untuk membantu memberikan literasi digital. "Aktivasi dan perluasan penyerapan pasar dengan anggaran yang semoga akan naik. Mudah-mudahan juga program mendasar untuk ketiga aspek ini bisa kita lakukan," jelasnya.
UKM yang menjadi brand nasional akan terus dijadikan national champion. Dari usaha mikro ini perlu diperkuat badan usaha melalui koperasi bekerja sama dengan kemitraan dan investasi, juga akses pembiayaan lainnya. Untuk koordinasi kementerian lain, Bappenas dan Menko sudah punya beberapa kegiatan SMNKI (Strategi Nasional Keuangan Inklusif). Kementerian lain pun punya UKM binaan sendiri. (ananda nararya/aprilia s andyna)
(poe)
Lihat Juga :