Jack Ma Tak Jelas Nasibnya, Ekonom Ini Ingatkan Soal Kritikan ke Pemerintah

Senin, 04 Januari 2021 - 18:14 WIB
loading...
Jack Ma Tak Jelas Nasibnya,...
Jack Ma, pendiri Alibaba Group hingga kini masih tak jelas keberadaannya. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jack Ma , pebisnis kondang China dan tokoh e-commerce dunia, hingga kini tak jelas keberadaannya. Jack Ma dikabarkan sudah menghilang sejak Oktober 2020 lalu.

Sosial media tokoh bisnis yang pernah didapuk sebagai penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia itu pada Agustus 2017 lalu itu pun tampak tidak terperbarui sejak bulan Oktober.

(Baca Juga: Inilah Ant Group, Perusahaan Milik Jack Ma yang Ditakuti Pemerintah China)

Menanggapi "hilangnya" pendiri Alibaba ini, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa apa yang menimpanya tak lepas dari kritiknya terhadap Pemerintah China.

"Sebenarnya kalau melihat dari apa yang dikritikkan, bukanlah sesuatu yang sangat radikal, Jack Ma mendorong adanya perubahan regulasi yang intinya mendukung perusahaan agar bisa berinovasi dan tumbuh," ujar Yusuf saat dihubungi MNC News Portal di Jakarta, Senin (4/1/2020).

(Infografik: Ini Penyebab Seteru Jack Ma dengan Presiden China Xi Jinping) Kritik lain yang dilontarkan Jack Ma adalah tentang kondisi perbankan yang dinilainya tidak baik. Pada dasarnya, lanjut Yusuf, kritik Ma adalah hal biasa dalam kehidupan berdemokrasi.

Namun, sambung dia, harus diakui bahwa China menganut sistem pemerintahan semisosialis dimana memang ada aturan-aturan ketat yang melarang warganya untuk menyampaikan kritik pada level tertentu ke pemerintah. Hal ini menurutnya bukanlah sesuatu yang baru, dan nilai-nilai demokratis tidak bisa sepenuhnya dilihat di China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Rekomendasi
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved