Realisasi Dana PEN 2020 Meleset dari Target, Buat Apa Saja?
Senin, 04 Januari 2021 - 20:25 WIB
loading...
Ilustrasi uang. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sepanjang tahun lalu mencapai Rp579,78 triliun hingga 31 Desember 2020. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka itu setara dengan 83,4% dari total pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun tersisa Rp115,42 triliun.
"Realisasi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi terbagi menjadi enam program kebijakan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (4/1/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Rogoh Kocek Rp74 Triliun untuk Vaksinasi Gratis
Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan sejumlah program tersebut di antaranya kesehatan; program perlindungan sosial; stimulus sektoral, Kementerian/Lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (pemda); dukungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM); pembiayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan korporasi dan insentif usaha dalam bentuk perpajakan.
Adapun sektor kesehatan realisasinya mencapai Rp63,51 triliun dari pagu sebesar Rp99,5 triliun dibagi untuk insentif tenaga kesehatan, biaya klaim perawatan pengadaan APD serta operasi dan sosialisasi penegakan PSBB dan protokol kesehatan.
"Memang Covid-19 ini tantangan di bidang kesehatan meskipun implikasinya begitu sangat luas maka dialokasikan lah anggaran Rp99,5 triliun," jelas dia.
"Realisasi penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi terbagi menjadi enam program kebijakan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (4/1/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani Rogoh Kocek Rp74 Triliun untuk Vaksinasi Gratis
Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan sejumlah program tersebut di antaranya kesehatan; program perlindungan sosial; stimulus sektoral, Kementerian/Lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (pemda); dukungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM); pembiayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan korporasi dan insentif usaha dalam bentuk perpajakan.
Adapun sektor kesehatan realisasinya mencapai Rp63,51 triliun dari pagu sebesar Rp99,5 triliun dibagi untuk insentif tenaga kesehatan, biaya klaim perawatan pengadaan APD serta operasi dan sosialisasi penegakan PSBB dan protokol kesehatan.
"Memang Covid-19 ini tantangan di bidang kesehatan meskipun implikasinya begitu sangat luas maka dialokasikan lah anggaran Rp99,5 triliun," jelas dia.
Lihat Juga :